March 16, 2012 0

Architect Photo Workshop

By in Uncategorized

Tinggal di kota pusat pendidikan dan kebudayaan seperti Jogja memberikan berbagai mecam kesempatan berharga untuk belajar berbagai macam hal. Saya pun rutin mengecek berbagai macam postingan di beberapa situs dan group facebook yang biasanya kerap berbagi informasi tentang suatu hal. Beruntung waktu itu mendapat info tentang akan diadakannya pameran foto arsitektur Masjid di Jerman oleh seorang fotografer asing. Dan pada rangkaian acara tersebut diadakan pula acara workshop sesama tiga hari bersama sang fotografer. Dalam benak saya jelas ini akan menjadi pengalaman yang benar benar baru. Apalagi yang mengadakan adalah organisasi asing. Tanpa pikir panjang langsung menyiapkan submission berupa CV dan contoh portfolio.

Alhamdulillah, setelah menunggu beberapa hari email balasan didapat beserta rundown acara. Jadi agak kaget melihat agenda acara adalah workshop berkeliling Gereja dan Pura di Jogja dan itu berlangsung selama 3 hari dari pagi dan sore!. Dalam bayangan saya sebelumnya acara akan seputar tips memotret arsitektur masjid. Dimana Willfried (nama fotografer) akan memaparkan hasil riset nya terhadap arsitektur masjid di jerman dan membandingkan dengan arsitektur di Indonesia dalam pendekatann fotografi. Ternyata setelah saya lihat kembali tajuk acara workshop dengan lebih teliti, tajuk acara adalah “Chirch and temple”. Sebagai muslim jadi agak ragu untuk mengikuti acara. Semangat awal untuk mengabadikan keindahan rumah ibadah kebanggaan umat menjadi bertolak belakang ketika nantinya akan selama tiga hari “safari” gereja dan pura. Akhirnya saya berusaha berpikir lebih genera dan dari sisi yang berbeda. Apalagi nama saya sudah tercantum sebagai salah satu peserta. UIN Kalijaga sebagai salah satu host acara ini pun pasti memiliki alasan memfasilitasi peserta untuk memoret Gereja dan Pura. Kalau di Jerman Wilfried berhasil memotret Masjid di sana dengan begitu indah nya sebagai sombol toleransi umat Kristiani di sana terhadap kaum minoritas muslim. Maka kali ini saya sebagai umat muslim di negara dengan Islam sebagai agama mayoritas diberi kepercayaan untuk memotret simbol toleransi terhadap kaum minoritas. Sehingga menunjukkan Islam pun adalah agama yang cinta damai dalam lingkup negara Indonesia yang berbhineka tunggal ika. Sounds too far away to be thought before participating in such a workshop but at least saya jadi semakin mantap :)

20120316-185754.jpg

Workshop berlangsung seperti biasa layaknya sebuah class. Hanya saja suasana sedikit berbeda karena materi disampaikan dalam bahasa Inggris. Hal yang berkesan pada pertemuan pertama adalah peserta itu sendiri. Peserta hanya 13 orang yang “terpilih”. Entah berapa sebenarnya jumlah pendaftar yang masuk dan bagaimana panitia menseleksi. Namun yang jelas kata panitia yang saya temui sehari sebelumnya, workshop ini memang dikemas ekslusif dengan tidak terlalu banyak peserta. Dan 13 peserta itu berasal dari berbagai macam kalangan yang tidak biasa saya temui di workshop foto seperti biasa. Contohnya mbak Elis dan Mbak Jim, yang berasal dari lembaga cross culture di UGM. Sepertinya mbak ini beberapa kali ke luar negeri. Untuk kepentingan exchange dan lain. Saya sempat dipameri beberapa hasil karya foto oleh oleh dari luar negeri. Cukup impress! Dua teman lagi adalah tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Mas Hari yang beberapa tahun kerja di pabrik pengelasan Nissan di jepang, dan Mas Joko yang kerja di kapal pesiar. Ada lagi teman peserta yang mahasiswa fotografi ISI, yang sempat mewakili kampusnya untuk menghadiri acara di luar negeri. Semakin salut liat karyanya yang keren abis. Pokoknya full inspirasi berada di antara mereka dan teman teman super lainnya.

20120316-191630.jpg

Satu hal yang paling aku suka dari workshop ini adalah sistem evaluasi dan mentoring nya. 5 foto terbaik dari peserta dikumpulkan kepada Wilfried untuk kemudian beliau pelajari dan dibedah pada hari berikutnya di class. Disitu pula terjadi tanya jawab yang berlangsung dinamis antara peserta dengan Mr. Wilfried dikarenakan bahan diskusi yang berasal dari peserta itu sendiri.

20120316-192315.jpg

Acara workshop selama 3 hari diakhiri dengan makan bersama di pantai depok. Puas rasanya ikut workshop kayak gini. Mewakili teman teman dalam ucapan terima kasih, kami sepakat bahwa ini adalah acara the Best Workshop we’ve attended EVER! Free Meal, Great Mentor, Free Transport and ended in a beach farewell dinner. Bahkan Mr.Wilfried mengatakan bahwa hasil foto kita sudah layak dan akan dijadikan buku, dan akan diusahakan untuk diusulkan diadakan pameran dari hasil karya. What an amazing! Thanks to Mbak Tina from Goethe, Mbak Valens, Mas Yunus. Kami Puass, terutama sama Cumi cumi, kerang dan Ikan bakarnya :) )

Tags: , ,

March 6, 2012 3

Pilihan Karir

By in Blog, Tips

Kemaren salah seorang teman akrab, teman sejak smp sampai sma datang ke Yogyakarta untuk mengikuti seleksi penerimaan pegawai salah satu perusahaan persero di Indonesia. Bersama salah seorang teman asal kampus yang sama, mereka hendak menginap di rumah dan meminta untuk pagi diantar ke tempat test. Sebagai seorang pekerja rumahan, tentu saja saya sama sekali tidak merasa terganggu bahkan senang bisa membantu teman sebagai tuan rumah.
Cukup dari situ saja saya merasa cukup bersyukur saat ini masih mempunyai waktu untuk teman yang hendak datang kapan saja. Beberapa kali saya menjelaskan kepada teman saya kalau saya tidak merasa terganggu.
Well.. memang bagi beberapa orang yang belum sepenuhnya mengerti profesi yang saya jalani, mungkin akan merasa agak tidak enak mengganggu rutinitas. Wajar saja, untuk saat ini, mungkin mayoritas dari teman sudah menjadi pekerja kantoran di bidang pekerjaan dan level yang berbeda beda. Dan rata rata masuk pagi pulang sore. Ada teman datang bisa bisa bolos kerja yang dilakukan. Jika dilihat dari kacamataku, mungkin tidak asyik. Tapi bagaimanapun itu adalah pilihan. Ada teman yang lebih suka kerja kantoran, ada juga teman yang menyatakan lebih suka dengan kerja di lapangan dengan alasan capek kerja di lapangan beda dengan capek duduk di kantor seharian. Lebih seru katanya. Tapi dari berbagai macam pendapat teman yang berbeda tentang pilihan pekerjaan, satu hal yang kita seragam, hidup di Yogyakarta memang lebih nyaman jika dibandingakan dengan Surabaya atau Jakarta.

Beberapa pekerjaan (bahkan mayoritas) memang perpusat di dua kota besar itu. Otomatis hijrah adalah keharusan. Menikmati atau tidak? itu adalah resiko. Lagi lagi pilihan pekerjaan. Tapi saya pribadi berpendapat. Untuk di jaman yang serba komputer, dengan teknologi informasi yang semakin canggih. saya sangat yakin dan percaya, hanya dengan duduk di depan komputer di rumah bermodal koneksi internet kita bisa menjemput rejeki kita. Tanpa harus menghadapi macet tiap hari. Menyia nyiakan waktu di jalan yang hanya menambah beban stress.

Pada salah satu kesempatan ketika mengisi workshop desain saya mengatakan kepada peserta bahwa dulu saya sempat tidak pede dengan bidang desain grafis yang saya tekuni. Rasanya di Jogja kemampuan desain dipandang sebagai jasa yang murah dan susah untuk membuat orang membayar mahal hanya untuk didesainkan. Bahkan di beberapa percetakan, jasa desain menjadi bonus alias diberikan secara cuma cuman jika hendak mencetak di tempat tersebut. Diterima di departmen IT di kampus, saya juga merasa level saya di bawah teman teman yang programmer. Desain pekerjaan ecek ecek yang tidak krusial. Namun saat ini pilihan untuk tetap menekuni desain menjadi salah satu hal yang sangat saya syukuri. Bisa dikatakan desain adalah salah satu bidang pekerjaan yang paling bisa memaksimalkan kemampuan internet dan teknologi informasi lainnya. Apalagi kalau bukan untuk memajang portfolio. Kita dikenal karena portfolio yang unik satu sama lain. Hasil karya yang bisa kita banggakan di internet sebagai asset utama dalam menjemput rizqi. Dan lebih dari sekedar memudahkan orang mengenal kita, batasan demografis klien pun lenyap seiring dengan kemampuan internet yang world wide. Jika merasa kemampuan kita kurang dihargai locally, maka segmen yang dituju adalah overseas. Saya bisa mengatakan cukup mudah untuk desainer macam dari Indonesia mendapatkan klien dari luar. Win win solution berlaku dimana harga yang kita tawarkan umumnya relatif lebih murah bagi meraka, namum di sisi yang lain seberapa murah pun harga yagn mereka berikan, akan relatif lebih tinggi dibanding dengan harga yang kita dapat juka bekerja secara lokal. And that’s the common deal :)

Selain hal di atas, sebenernya banyak lagi yang bisa kita lakukan dengen internet. Hal yang bisa kita lakukan dengan duduk manis dari dalam kamar untuk menjemput rizqi. Salah satunya adalah berjualan secara online. Semenjak jasa pengiriman paket semakin accessible, transaksi online makin mudah dan makin banyaknya orang yang bisa mengakses internet, peluang online shop terbuka lebar. Bahkan bagi yang tidak ada bakat untuk berjualan sekalipun. Peluang mendapatkan penghasilan secara online masih terbuka lebar dengan maraknya blog dan syndikasi iklan. Cukup memastikan blog yang kita buat banyak dikunjungi orang, penghasilan ribuan dollar bisa ada di depan mata bagi mereka yang konsisten dan stratgic.

Jadi bagi teman teman yang merasa masih susah mendapatkan pekerjaan, tidak ada salahnya mencoba memaksimalkan media satu ini. Intenet dicipatkan bukan hanya untuk berfacebook atau bertwitter ria saja. Konsumen atau klien menunggu anda di sana. Jadi apakah internet mempengaruhi pilihan karir anda?

Tags: , ,

February 12, 2012 0

Yogyakarta dalam Saksi Sejarah Indonesia

By in Uncategorized

20120212-140952.jpg

Yogyakarta ternyata mempunyai peranan penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Saya sendiri baru ngeh sepenuhnya setelah berkunjung ke Benteng Vrendeburg pagi ini. Malu juga mengaku sebagai warga negara tapi tidak sepenuhnya mengerti sejarah bangsa sendiri.

Visualisasi diorama cukup bisa memberikan pengunjung gambaran mengenai keadaan saat itu. Awalnya saya pikir diorama hanya ada di monumen Jogja kembali. Ternyata di tempat yang beberapa kali saya manfaatkan sebagai spot foto foto menyimpan banyak sekali koleksi diorama yang cukup baik.

Mencoba berbagi dari apa yang ada di Benteng. Cekidot..

20120212-134954.jpg

Juli 1825
Pangeran Dipoegoro menyusun strategi perlawanan terhadap belanda di Gua Selarong

Read the rest of this entry »

Tags:

February 11, 2012 0

Menjadi Generasi Muda yang Kreatif

By in Fotografi, Tips

Membaca judul postinganku kali ini mungkin mirip mirip baca judul acara seminar. Yap bisa dikatakan memang seperti itu. Kebetulan beberapa hari yang lalu saya ditunjuk untuk menjadi pembicara di sebuah acara seminar yang diadakan oleh AMIKOM Surakarta. Peserta disamping panitia adalah anak anak SMA yang menjadi kontestan lomba fotografi yang diadakan beberapa hari sebelumnya. Agak mikir juga ketika sampai sana diberi tahu bahwa tema dari seminar adalah tentang kreatif. Bayangan saya, saya cukup menjelaskan tentang tips tips teknis dan sharing pengalaman semputar fotografi tapi ternyata tema lebih umum. Tapi Alhamdulillah seminar berjalan dengan lancar. Berikut rangkuman dari apa yang saya sampaikan..

Kalu ditanya hobi apa atau profesi apa yang berkembang sangat cepat akhir akhir ini semua bisa sepakat adalah fotografi. Saya mungkin adalah salah satu “korban” trend satu ini. Semakin terjangkaunya harga kamera dan dukungan komunitas serta media publikasi untuk berbagi hasil jepretan (sebut saja facebook) bisa jadi faktor pendukung utama menjamurnya hobi ini. Dari situ lah saya sendiri melihat ada fenomena.

Well.. semua mungkin sepakat kalau saya bilang memotret itu MUDAH. Bagi yang sudah belajar mungkin akan sepakat. Tapi dengan dukungan teknologi kamera seperti sekarang ini. Siapa saja bisa kok motret dengan hasil oke. Tinggal kasih lensa lumayan, mode auto, jadi deh! gampang..
Orang yang awam fotografi mungkin akan apreciate bahkan “whoa” dengan hasil jepretan bokeh. Tapi seiring dengan waktu kadang prihatin juga dengan hasil yang gitu gitu aja.

Lalu apa hubungannya dengan kreatifitas? Well tentunya kita ingin menjadi kreatif dalam dunia yang kita tekuni. Jika fotografi menjadi bidang yang digeluti. Maka kreatifitas bukan hanya puas dengan hasil jepretan yang gitu gitu aja dan puas dengan koleksi likes dan komentar semacam “mantapp.. joss.. keren.. dsb” (bahkan di situs fotografer.net komentar semacam itu sebenernya dilarang oleh admin karena sifatnya tidak membangun).
Kretifitas adalah seberapa cepat karya kita berkembang, seberapa cepat kita meningkatkan kualitas jepretan kita (belajar membuat foto yang “berbicara”), bahkan di hal yang non teknis, seberapa cepat kita mampu belajar lebih dan berusaha memenangkan kompetisi, seberapa cepat kita berhasil menjual kemampuan kita dan makes people pay for it. Saya sempat mengajakk semua peserta memberikan tepuk tangan ketika mengetahui beberapa anak SMA peserta seminar sudah mampu menjual kemampuan nya. Bahkan dia mengaku dibayar jutaan untuk jasa fotografinya serta memnangkan kompetisi. Ini yang disebut kreatif!

Saya sendiri memulai dengan kamera pinjaman, kemudian mengadakan perjanjian dengan orang tua untuk meminta modal membeli kamera dengan konsekuensi selama beberapa bulan uang saku stop! Setelah puas bereksperimen lantas lanjut ke level selanjutnya yaitu lighting. Saya pribadi menganjurkan untuk para fotografer pemula untuk meninvestasikan dana nya ke level ini dengan memberi perlengkapan strobist, baik flash, tripod, payung maupun reflektor. Kebanyakan fotografer terburu buru untuk membeli lensa high end macam L series dsb. Padahal dengan investasi dana yang kurang dari setengahnya bahkan sepertiganya, kita bisa mendapatkan hasil dan berpikir yang lebih kreatif. Kalau mengutip kata kata darwis triadi, Fotografi itu feel the light, cath the light dan FIX the light. It’s all about lighting.
Pencahayaan adalah jiwa fotografi. Upgrade lensa ke level tertinggi pun tidak akan jauh membuat karya anda berubah kecuali diimbangi dengan kemampuan lighting yang memadai.

Kemudian setelah confidence dengan hasil karya anda, anda bisa memulai membuat page, blog bahkan membuat website pribadi. Ke level berikutnya anda bisa mendirikan kantor bahkan merekrut karyawan untuk meningkatkan kapasitas jasa yang anda tawarkan dikarenakan banyaknya permintaan.

Menjadi kreatif di dunia fotografi tidaklah sulit. Selain harus banyak berlatih, kita juga harus menyeimbankan kreatifitas dengan hal hal non teknis. Dan yang jelas menjadi kreatif itu adalah pilihan :) . Salam!

Tags:

February 10, 2012 2

Pengajian Waroeng Group

By in Blog, Islami

Beruntung punya temen yang aktif di komunitas Wisata Hati, sering dapat update info pengajian pengajian Yusuf Mansur di Jogja, bahkan yang sebenarnya bersifat khusus sekalipun. Sayangnya pada beberapa kesempatan tidak bisa ikut dikarenakan beberapa hal. Alhamdulillah, pagi ini kembali mendapat kesempatan untuk mengikuti pengajian di Rumah Tahfidz, Deresan setalah pagi pagi dapat BBM dari Mas Verry.

20120210-132228.jpg

Read the rest of this entry »

Tags: ,

February 9, 2012 3

Semangat Baru!

By in Blog, Gadget

Halo semua… Setelah sekian lama tidak ngeblog, akhirnya bisa tik ketik lagi. Akhir akhir ini pekerjaan emang menumpuk (Alhamdulillah..) Waktu di depan komputer rasanya lebih bermanfaat untuk bekerja( dan facebookan). Padahal sebenarnya banyak banget yang bisa aku ceritakan. Mulai dari wisuda ku pada bulan Januari, hingga pengalaman pergi ke Surabaya untuk menemui salah seorang calon klien foto komersial untuk produk. Well.. Bulan kemaren emang saat bersejarah dalam hidup. Sebuah kehormatan bagiku dan keluargaku terutama orang tuaku yang ditunjuk kampus sebagai wakil orang tua wisudawan untuk memberikan sambutan. Sebuah kehormatan juga bisa mendapat kesempatan meimpin membaca janji alumni. Dan agak malu juga nama disebut Ketua AMIKOM, Bapak Prof.Dr.M.Suyanto, M.M. dalam sambutan beliau. Bagaimana tidak, beliau secara vulgar menyebut penghasilanku sebagai desainer di salah satu perusahaan di Amerika. Sempat bertanya taya juga kok sampai beliau bisa tau. Tapi baru ingat kalau pada sebuah kesempatan, saya ditunjuk beliau untuk menyebutkan penghasilan perbulan dari luarnegeri. Tidak menyangka saja beliau akan mengungkapnya di kesempatan wisuda.

Baiklah itu tadi sedikit cerita dari momen wisuda. Tapi yang jelas semangat ketik mengetikku bangkit lagi :) . Sempat pesimis bisa blogging lagi semenjak rasanya tidak sehat berlama lama di depan komputer.( akhir akhir ini saya mencoba mengimbangi aktivitas di depan komputer dengan aktivitas di luar). Tapi kini mengetik tidak perlua di depan komputer atau laptop lagi. Saya benar benar merasakan kemudahan berkat keyboard eksternal yang baru saja saya beli tadi pagi. Sebuah Apple Wireless keyboard yang diconnect-kan dengan iPhone4 yang saya beli beberapa hari yang lalu.

Alhamdulillah.. impian saya untuk bisa ngetik dengan leluasa kapan saja dan dimana saja tercapai. Tidak perlu repot start up ataupun shutdown hanya untuk mengetik dan tidak perlu membawa tanggungan laptop ketika ingin blogging dengan suasana baru. Yang perlu saya bawa hanya keyboard aluminum tipis dan sangat ringan. Tidak menyesal rasanya mengorbankan lensa kesayangan untuk device satu ini. (hah.. jual lensa??) Well.. cukup panjang ceritanya hingga akhirnya saya memutuskan untuk menjual Lensa fish eye kesayangan. Semua berawal dari keputusan pertemuan saya dengan calon klien di surabaya. Produk klien yang akan saya potret adalah spring bed. Dan kebutuhan klien cukup tinggi. Dia ingin mendapatkan foto yang menampilkan dimensi permukaan kasur yang bergelombang. Cukup membuat saya berpikir. Permainan lighting jelas dibutuhkan. Dan secara instant, perlengkapan flash saya jelas tidak mumpuni. Dibutuhkan softbox ukuran extra, atau bahkan diffuser beberapa meter untuk mencover seluruh area spring bed. Sudah konsultasi ke beberapa teman, dan diputuskan memang saya harus invest ke lighting untuk mencover kebutuhan foto produk. Artinya harus invest lagi. Pilihan sementara jatuh pada mobile light. harga? lebih dari 6juta! Ngeri deh rasanya kalo mbayangin berapa sudah investasi yang saya lakukan untuk fotografi yang dewasa ini memang udah bejibun saingannya. Dan kali ini saya merasa harus invest lagi.. hingga diputuskan untuk memilih mengorbankan lensa untuk dijual. Alhamdulillah langsung laku. Langsung muter ke beberapa toko. Ternyata tidak ada yang jual. Produk harus dipesan langsung ke Jakarta. Buka buka website ternyata masih banyak lagi kebutuhan yang harus dibeli untuk melengkapi lighting tersebut. Makin capek rasanya.. puncaknya tambah suntuk gara gara hape yang ngadat mulu. Well.. BB Bold 9000 ku emang udah kelebihan memori. Ditambah beban load aplikasi social network yang lumayan, nie hape paling nyebelin kalo hang disaat saat sangat dibutuhkan. Akhirnya mencoba untuk berpikir ulang. Terlalu excessive rasanya untuk terus menerus membeli. Yang harus saya lakukan pada level ini adalah menambah kretifitas dengan alat yang ada. Dan semacam semangat baru.. akhirnya mencoba menghadiahkan diri gadget idaman. Berangkatlah ke pameran komputer. Eh salah satu toko komputer di Jogja masih menyediakan iPhone4 baru. Berharap setelah muncul generasi yang lebih baru, iPhone 4 turun harga signifikan. Ternyata selisih harga dengan successor nya hanya 300ribu!
Pesimis dah.. eh belum sampe 1 menit update di twitter. Temen seperjuangan si Bhaguz memberikan info tentang iPhone4 2nd yang dijual. Harga cocok! langsung berangkat :D

Sebuah iPhone 4 kondisi mulusss berhasil ada di tangan. Alhamdulillah.. semangat terbarukan. At least device ini bisa jepret dengan hasil lumayan. Hobi motret bisa diasah kapan saja dimana saja :D . Eh trus gimana kelanjutan motretnya..?
Well.. harus konsisten dengan semangat dari menghadiahkan diri sendiri. Ke depan insyaAllah sudah ada rencana untuk membuat project portfolio advertising dengan teman teman potrait dengan alat yang ada.
Bismillah, semoga lancar.. Stay tuned ya ;)

January 3, 2012 4

New Year Resolution : To Run More and More!

By in Blog, Gadget, Sport

Akhir akhir ini saya kembali teradiksi untuk rutin berlari. Alasan to stay healthy jelas menjadi faktor utama. Pekerja di depan komputer dengan jam kerja (dan bermain) yang tidak terbatas kayak gini harus diimbangi dengan gerak gerak biar badan sehat. Selain alasan kesehatan, semangat berlari awalnya timbul dari kejenuhan akan playlist ipod nano yang gitu gitu aja. Maklum, saya termasuk orang yang gak uptodate lagu lagu terbaru. Dulu rajin ganti lagu biasanya nunggu temen si Jefril punya koleksi album FLAC (format lagu uncompressed) baru. Rugi juga kalo punya earphone lumayan and ipod tapi lagu mp3 kompresan. Selebihnya ya muter lagu lagu lama macam dream theater, linkin park, dan paramore yang udah ratusan kali diputer ulang. Ingin sebenarnya update lagu lagu baru. Tapi tiap kali ngadep komputer di Satria Net (warnet langganan yang stok multimedianya super lengkap), pasti ujung ujungnya bingung setengah mati dengan koleksi lagu ribuan dengam folder dari A-Z yang masing masing ada puluhan artis. Dalih copy lagu yang ada malah copy film film bioskop yang hampir setengahnya belum kulihat gara gara ga sempat.

Then sampe akhirnya nyasar di sini,

Screen shooh web nikeplus music

Read the rest of this entry »

Tags:

January 1, 2012 10

Kilas Balik Tahun 2011

By in Blog

Menuliskan kisah balik ibarat dihadapkan dalam situasi untuk memberikan resume, laporan, evaluasi kinerja hidup kita setahun belakang. Bisa menjadi hal yang menyeramkan namun juga bisa menjadi hal yang mengasyikkan. Tergantung dari apa yang kita lakukan setahun belakang? waktu yang termanfaatkan dengan sebaik baiknya atau waktu yang tersia siakan.

Sedikit mengutip isi khotbah Jumat hari Jum’at kemaren, “Ada yang lebih berbahaya dari kematian, yakni waktu yang terbuang dengan sia sia. Kematian hanya memutus kita dari nikmat dunia, namun waktu yang terbuang sia sia tidak hanya memutus kita dari nikmat dunia yang sesungguhnya, namun juga bisa memutus kita dari nikmat akhirat kelak.” Naudzubillah.

Satu hal yang baru saya sadari dan akhirnya agaknya saya sesali pada akhir tahun ini. Hal sederhana namun baru terasa betapa pentingnya saat ini. Tidak ada target dan tujuan yang jelas pada tahun ini. Tidak ada mimpi atau wishlish yang jelas tertulis dan tervisualisasikan untuk selalu memotivasi berbuat lebih. Tahun ini saya banyak terlena dengan status baru saya sebagai pekerja online. Orientasi singkat pada pekerjaan semata, mudah puas dan memuaskan hasrat fotografi dengan belanja tanpa pertimbangan yang matang, Nyaman dengan apa yang ada dan enggan melakukan hal baru yang butuh perjuangan. Namun saya harus banyak bersyukur pada Allah untuk tahun ini, banyak hal yang menyadarkan dan sedikit banyak mengubah hidup saya.Dari apa yang saya dapatkan, hingga yang harus saya lepaskan. Sampai hal besar yang butuh perjuangan untuk mempertahankannya. Semoga dengan upaya saya berbagi pengalaman dalam kilas balik hidup saya setahun belakang bisa bermanfaat untuk teman teman. Kita mulai :)

Januari
Awal tahun juga menjadi awal perkembangan karir saya. Pada bulan ini saya menyatakan resign dari dua kantor di AMIKOM dan berkerja fulltime pada perusahaan di Amerika. Panjang ceritanya, tapi semua berawal dari aktifitas bidding saya di situs freelancer.com. Ketika saya memenangkan bid untuk sebuah proyek redesain website. Boss suka pada etos kerja dan hasil kerja saya. Saya pun diminta untuk bergabung pada perusahaan mereka sebagai desainer tetap.

Awal impresi boss pada saya di Bulan Desember tahun sebelumnya

Selain aktif bid di freelancer.com, saya juga iseng mengikuti kontes webdesign di 99designs.com. Dari hasil teman yang prihatin saya melacur di freelancer.com (konon di freelancer.com para pekerja biasa banting harga untuk dipilih klien).
Alhamdulillah, diluar dugaan, untuk pertama kalinya ikut saya menang :D

Design yang dilipih

status di facebook sesaat setelah menang..

Dengan rejeki yang saya dapat dari kontes dan fee design, pada waktu yang berbeda, saya membeli 2 lensa baru untuk melengkapi kebutuhan fotografi saya. Lensa potrait Canon USM EF 85mm f/1,8 dan Lensa Ultrawide 10-22mm. Read the rest of this entry »

Tags: ,

November 1, 2011 6

Sarasehan Fotografi Bersama Roy Genggam

By in Blog, Fotografi

Hampir setiap hari pengelihatan kita dijejali oleh iklan iklan produk yang menghiasi media cetak, flyers bahkan baleho baleho raksasa di pinggir jalan. Dari yang norak, kampungan sampai iklan yang berkelas dan elegan. Pernahkan teman teman berpikir bagaimana dan siapa yang membuatnya? foto foto di iklan cetak kebanyakan tampak begitu sempurna dan begitu menyenangkan untuk dilihat. Well.. saya termasuk orang yang interest akan hal tersebut. Belum lama ini saya secara tidak sengaja “nemu” siapa yang ada dibalik iklan iklan cetak tanah air. Adalah Studio 13, agency advertising yang menangani banyak klien campaign media brand nasional. Belum lama saya mengagumi hasil kerja dan mengamati proses dibalik pemotretan dengan perangkat yang begitu rumit, adik kelas di AMIKOM, Yudi Agus kasih kabar kalau di daerahnya akan diadakan seminar fotografi dengan pembicara Roy Genggam. Karena acara gratis jadi rada ragu untuk ikut. Tapi setelah iseng iseng googling nama Beliau, tiba tiba jadi semangat berangkat ke magelang. Bagaimana tidak, lihat dari website officialnya di www.roygenggam.net. Roy Genggam ini juga adalah salah satu pemain di balik layar iklan iklan produk nasional yang banyak karyanya hampir bisa kita lihat sehari hari. Akhirnya kesempatan belajar langsung sama pakarnya kesampaian juga.. berangkatlah saya dan Yudi ke Magelang pada Sabtu kemaren.

Roy genggam saya lihat adalah sosok yang santun, sopan dan sederhana. Bahkan sebelum memulai sarasehan beliau menyempatkan memimpin berdoa. Ujung ujungnya saya tau kalo acara seperti ini bisa gratis gara gara disponsori oleh Nikon. Padahal konon untuk mengikuti seminar sekelas Roy Genggam, biaya perorang tidak kurang dari 150ribu. Wah.. beruntung banget bisa ikut acara seperti ini gratisan! walaupun dengan kondisi seadanya (duduk bersila tanpa kursi) tapi acara yang diadakan di Syang Art Space, Magelang ini udah nyaman banget. Thanks Yudi for asking me to join this awesome workshop! Berikut beberapa foto lainnya yang diambil oleh panitia. Numpang saya publish ya mas Mbilung Sarawitah. Read the rest of this entry »

Tags:

September 25, 2011 11

Canon Photomarathon 2011 di Yogyakarta

By in Blog, Fotografi, Kompetisi

Alhamdulillah.. akhirnya kesampaian juga ikut gelaran lomba fotografi akbar yang diadakan secara official oleh merk kamera yang juga saya pakai. Mengingat penyelenggara langsung dari pabrikan yang bersangkutan, sudah barang pasti ni event bakal meriah dan wah bgt. Dan itu saya buktikan sendiri. This is the best photography event I ever attended!

Selain hadiah yang menggiurkan (kamera DSLR dan jalan jalan ke Bali dan Ke Pulau Tasmania, Australia untuk event di Jakarta) event yang sudah diselenggarakan untuk ketiga kalinya ini cukup menarik karena untuk tahun kemaren, Canon berhasil mencatatkan rekor sebagai lomba foto dengan peserta terbanyak! >2400 fotografer tumplek blek dalam satu lokasi. Well sudah bisa dipastikan jadi pesta fotografer akbar dari seluruh Indonesia. Untuk mensplit jumlah peserta atau memang ingin mengexpand event lebih luas, kali ini untuk Indonesia diselenggarakan di dua kota. Yogyakarta salah satunya.

Read the rest of this entry »

Tags: ,