Sebenarnya secara pribadi tidak ada keinginan untuk mempublish hasil foto dari lomba kemaren(rada sexy sexy soal). Semua untuk kepentingan lomba, tapi dari proses yang berlangsung saya rasa ada beberapa hal yang bisa di-share.
Terlepas dari keragu raguan untuk memublish foto foto model (yang menurut saya lumayan vulgar). Dalam lomba motret model yang prosedur lomba mengharuskan peserta untuk mencetak sendiri hasil foto membuat proses mencetak foto juga bisa menjadi tantangan tersendiri bagi peserta.
Sudah bukan hal baru lagi kalo hasil cetakan tidak selalu sama dengan yang tampil di monitor LCD kamera / komputer. Saya termasuk orang yang sangat jarang mencetak foto. Jadi ketika ada ketentuan untuk mencetak foto ukuran 12R tidak ada keraguan sedikitpun untuk langsung mencetak di jasa cetak foto. Tapi rupanya cukup memberikan pengalaman bagi saya.
Hasil Foto lebih gelap dari yang seharusnya..
rupanya bukan hanya itu yang saya alami. Tapi kenyataan kalau ketika cetak 12R kemaren, dimensi gambar dari kamera dengan dimensi kertas cetak tidak sama. Ketika ingin memepertahankan komposisi di foto kita harus merelakan ada bagian putih di tepi gambar, namun ketika ingin membuat gambar full di kertas otomatis kita harus merelakan ada bagian gambar yang terpotong. Keputusan yang susah memang, namun kala itu saya memutuskan untuk mempertahankan komposisi gambar. Walaupun saat itu saya mendapatkan potongan Rp 10.000 dari harga seharusnya ( Rp 30.000) untuk cetak 5 foto, sampai rumah tidak ada kepuasan yang didapat. Rasanya percuma dengan hasil yang tidak sesuai dengan yang seharusnya. (padahal kemampuan mengatur exosure adalah faktor penting dalam teknis fotografi selain komposisi ).
Hasil foto seakan turun brightness -33 di Photoshop
Menyamakan dengan yang ada di monitor, hasil foto yang tercetak setara dengan foto normal dengan brigtness yang diturunkan sebanyak 33 point. Sempat berpikiran untuk menaikkan brightness +33 dan mencetak di tempat yang sama. Tapi keraguan kembali muncul. Daripada tidak puas akhirnya hari itu juga saya kembali ke toko yang bersangkutan dan menyampaikan keluhan saya.
Pelajaran berharga sebelum cetak besar
Rupanya tidak ada cara lain memang untuk menjamin kualitas hasil cetakan besar selain proofing di ukuran kecil. Dan rupanya proses setting sangat beragam dan bisa diasa dilakukan di mesin cetak milik jasa cetak tersebut. Beberapa saat setelah saya menyampaikan keluhan, saya disodorkan dengan hasil foto ukuran 4R dari gambar milik saya yang menurut saya jauh lebih baik dengan apa yang saya terima sebelumnya. Dia bilang bahwa hasil ini untuk settingan normal nya (berarti foto sebelumnya memang sengaja digelapkan). Sebel memang.. tapi mau emosi rasanya percuma.. tidak ada pilihan lain selain cetak ulang. Alhamdulillah mendapat potongan lagi Rp 5.000 tiap foto dan proofing 4R tidak dikenakan harga alias gratis.
Terlepas dari evaluasi proses cetak saya ingin menunjukkan hasil karya yang akan saya kirim dari hasil proses lomba hari Minggu kemaren, sekaligus berniat menunjukkan perbedaan antara cetak pertama dengan cetak kedua.
1. Watcing You

Saya berusaha menangkap ekspresi model dan menambahkan efek cahaya di rambut dengan bantuan flash external yang ku beri gobo buat mengisolasi cahaya tepat di rambut model.
FNumber: 5.6 / Focal Length: 250 / ISO Speed Ratings: 200 Read the rest of this entry »
Tags: Fotografi, Lomba Fotografi