August 16, 2010 2

Pesan yang Sempat Tercatat dari Film Sang Murabbi

By in Film, Islami

Untuk sebuah film dokumenter yang menceritakan kisah kehidupan sesorang, Sang Murabbi layak untuk disaksikan. Walupun alur ceritanya biasa saja (karena memang bukan drama), namun monolog monolog tokoh utamanya di beberapa pergantian scene, dialog antar pemain, sunguh memberikan banyak pelajaran berharga. Saya termasuk yang terlambat menyaksikan film ini. Namun semoga tidak terlambat untuk sekedar berbagi dari apa yang saya simak dari monolog Rahmat Abdullah, sang tokoh utama dan dialognya dengan pemain lain di film sang Murabbi.

Allah memberikan ganjaran yang sebesar besarnya dan ganjaran yang setinggi tingginya bagi sabar dan lulus ujian di jalan dakwah. Jika ujian dan cobaan yang diberikan Allah mudah mudah saja tentu kita tidak akan memperoleh ganjaran yang hebat.  Disitulah letak hikmahnya yakni bagi seorang da’i harus sungguh sungguh dan sabar dalam meniti jalan dakwah ini. Perjuangan ini tidak bisa dijalani dengan ketidak sungguhan azam yang lemah dan pengorbanan yang tidak sedikit.

Seonggok manusia terkapar siapa yang mau bertanggung jawab. Bila semua pihak menghindar biarlah saya yang menanggungnya. Semua atau sebagian saya harus mengambil alih tanggun jawab ini. Dengan kesedihan yang sungguh seperti saya menangisinya saat pertama kali menginjakkan kaki di mata air peradaban modern ini.



Ada dua hal yang harus diingat. Kebaikan orang lain terhadap kita dan keburukan kita terhadap orang lain. Dan dua hal juga yang harus dilupakan. Kebaikan kita terhadap orang lain dan keburukan orang lain terhadap kita.



Diantara sekian jenis kemiskinan yang paling memperihatinkan adalah kemiskinan azam dan tekad bukan kemiskinan harta. Kemisikinan azam akan membawa kebangkrutan dari sisi harta. Azam dan kemauan yang kuat kelak akan membuat kita berilmu dan kaya. Tidak mungkin sesorang bisa keluar dari kejahiliyahan dan memperoleh derajat tinggi di sisi Allah tanpa tekad, kemauan dan kerja keras.



Kita Harus bergerak..
Kitalah yang membangkitkan kesadaran ummat untuk kembali ke sholah dakwah ini..
Siapa yang merubahnya bukanlah orang orang yang berdiri di pinggir dakwah..
Orang yang hidup dalam dakwah ini yang mempergunakan dakwah ini..
Yang mengharapkan semua uang dari dakwah ini..
TIDAK..
Rasulullah S.A.W mengatakan as Hamatus Syabab..
Semangat pemuda.. Mulai dari mana? Mulai dari diri kita sendiri..
Kembalilah ke dalam sholah dakwah. Bangkitkan semangat antum.. contohlah semangat Rasululah S.A.W.
Jadilah  jadilah agen perubahan,, jadilah agent of change di dalam masyarakat ini..
Kembalikan tiang tiang dakwah ini..
Antum berlarilah ke seluruh dunia untuk untuk menghaparkan dakwah ini untuk menyebarkan dakwah ini..
Setelah berazam Allah lah yang mengurus semua itu.. Allah lah yang mengurus hidayah itu.



Al Hujjarah : 10
Kita sesama muslim itu bersaudara. Kita dilarang saling memusuhi. Dahulu ketika risalah al Islam belum datang menyapa bangsa arab disana mereka saling bertentangan saling mengkianati saling memusuhi. Tapi alhamdullah Rasulullah SAW membawa risalah Allah ini Allah mempersatukan hubungan orang orang yang beriman dari bangsa manapun Allah tidak peduli apakah dia orang kaya,orang miskin, apakah dia bangsawan atau mantan budak, apakah dia komandan atau bawahan sekalipun. Makanya Allah meminta kita untuk santun, lambut sesama muslim tetapi kita tetap tegas kepada orang kafir.
Jadi tidaklah patas jika kita menyakiti hati jasad orang muslim apalagi memusuhi sesama Islam, apalagi berkeinginan membrangus semua kegiatan orang Islam. Sementara kita berangkulan erat dengan orang orang kafir.



Ya Ayyuhal Ikwah.. para pejuang dakwah yang dicintai Allah SWT.
Alah ciptakah apa apa yang ada di langit dan di bumi ini semuanya untuk kita berfikir menelaah, apa yang bisa kita ambil dari semua, kita duduk di sini apa yang bisa kita ambil pelajaran
Ya Ayuhal Ikhwah..
Antum sekarang memperhatikan bagaimana Allah menciptakan batu yang luar bisa besarnya. Allah menciptakan betapa kerasnya batu Bagaimana Allah menciptakan air yang mengalir dengan lembut ini tapi antara batu dan air Allah menciptakan suatu harmoni yang diharapkan juga terjadi pada setiap aktivis dakwan . Bagaimana dengan antum ya Alhi kita sesama muslim sesama aktivis dakwah namun bagaimana banyak diantara kita tidak mengambil ibroh ini. Mengapa diantara sesama aktivis dakwah selalu mengatakan ini hak antum ini hak ana. Ini kewajiban antum ini kewajiban ana.. Tidak ada!
Malulah kita kepada semua yang diciptakan Allah SWT. Batu dan air ini.. Ya Ayyuhal Ikhwah tidak ada pertikaian di antara mereka. Allahuakbar !



Berapa banyak orang menguasai ilmu serta dikenal sebagai ilmuan , ulama atau da’i namun kehilangan potensi hati nurani mereka yang hanya mengejar dunia, yang memiskinkan rakyat dan menguras kekayaan bangsa untuk kepentingan sendiri adalah anjing yang tercebur di telaga bening karena kebodohannya menerkam bayangannya sendiri.



Kematian hati, banyak orang tertawa sedangkan maut mengintainya banyak orang yang cepat datang ke shaf shalat namun cepat juga dia pergi. Dingin tanpa penghayatan banyak orang yang sedikit beramal namun disebutnya banyak sekali. Merendahlah engkau kan seperti bintang gemintang. Berkilau dipandang orang di seriak air dan sang bintang pun jauh tinggi jangan lah seperti asap yang mengangkat diri di langit padahal dirinya rendah hina.



Suatu kale beliau mengutip kata kata Ali bin AbuThalib yaitu Sebaik baik kalian jika engkau melihat dia maka engkau akan ingat kepada Allah SWT.
Kita tidak berpisah ustadz rahmat kita hanya mempersapkan pertemuan yang lebih  kekal.

Tags: , ,

2 Responses to “Pesan yang Sempat Tercatat dari Film Sang Murabbi”

  1. dipdip says:

    hm…aku juga belum liat..jadi penasaran…

  2. cendhika says:

    eh dulu udah sempat ngopy belum to ay?

Leave a Reply


8 − = 6