September 5, 2010 2

Tamu Agung

By in Islami, Ramadhan 1431H

Lebaran kurang beberapa hari lagi. Bulan Ramadhan pun akan segera beranjak. Ibarat tamu yang berkunjung. Kita akan melepas kepergiannya. Kesan sungguh bisa terjadi. Dan saat saat sebelum sang tamu beranjak, adalah yang paling menentukan. Baik buruknya tidak sangat tergantung dengan bagaimana sikap kita di hari hari terakhir sebelum kepergiannya.

Jika kita meng-analogikan dengan kehidupan sehari hari. Ada empat (4) hal yang bisa membuat tamu yang berkunjung ke rumah kita menjadi betah untuk tinggal.

1. Rumah yang bersih
Sudah barang tentu dengan kondisi rumah yang bersih, tamu akan betah tinggal. Senyaman nyamannya tempat adalah bilamana tempat tersebuat bersih, segala kebaikan ada di dalamnya. Begitu pula dengan pada diri kita. Hati yang bersih, pikiran yang bersih akan membuat tamu agung kita betah untuk tinggal dalam hati kita. Karena sesungguhnya esensi ramadhah sendiri adalah sebagai sarana membersihkan diri. Sungguh merugi apabila kita melepas kepergiannya dengan hati dan pikiran yang masih kotor.

2. Rumah yang terang
Hal lain yang membuat tamu betah tinggal adalah kondisi rumah yang terang. Rumah yang bersih tidak akan terlihat indah apabila tidak diterangi dengan pencahayaan yang bagus. Begitu pula dengan menyambut kepergian ramahdan kali ini. Bacaan Al Quran, Dzikir, Shalawat akan menerangi diri kita dengan nur Illahi.

3. Menyambut dengan Bahagia
Tidak akan ada tamu yang betah tinggal apabila tuan rumah terlihat tidak bahagia.Sebaliknya, tuan rumah yang ramah dan terlihat bahagia akan membuat tamu menjadi senang pula. Ada banyak Ibadah di bulan ramadhan yang mungkin membutuhkan pengorbahan fisik dan waktu kita. Bagi yang belum sepenuhnya berorientasi pada akirat, mungkin aktivitas ini sedikit banyak membuat hati berat dalam menjalani. Tapi bagi yang rindu pada Sang Khalik, rindu pada akhirat, aktivitas ibadah di bulan ramadhan akan membawa ketenangan dan kebahagiaan tersendiri pada dirinya. Ramadhan pun betah dengannya.

4. Hidangan yang lezat
Sudah selayaknya ketika tamu datang tuang rumah memberikan hidangan untuk menyambutnya. Bagaimana dengan tamu Agung kita? sudahkan kita memberikan hidangan yang paling istimewa padanya. Di hari hari terakhir ini adalah saat yang paling tepat memberikan hidangan itu. Mari kita hidangkan hidangan yang terbagik. Mempersembahkan yang terbaik sebelum ia beranjak, baik berupa meningkatkan aktivitas ibadah kita sampai pada iktikaf di masjid untuk mencari malam seribu bulan.

*meringkas isi ceramah Masjid Kampus UGM, 4 September 2010

2 Responses to “Tamu Agung”

  1. dipdip says:

    semoga masih bisa merasakan ramadhan tahun depan..amien.. :)

  2. cendhika says:

    Amien amien ya Rabbal alamiin.. :D

Leave a Reply


× 7 = 28