April 6, 2011 1

Testing Wide Converter 0.45x + Macro 58 mm

By in Blog, Fotografi, Gadget, Tips

Kemaran salah seorang teman, Si Arya datang ke rumah. Kebetulan doi habis beli new “glass” (istilah keren untuk lensa pada dunia fotografi). Tapi barang yang baru dibeli ini emang bener bener glass (kaca). Sebuah benda silinder dengan kaca cembung di tengah tanpa motor. Katanya sie ini bisa bikin lensa kita jadi lebih wide. Cara kerjanya? Barang yang disebut dengan converter ini dipasangkan di depan lensa. Sempat ragu juga pada awalnya. Bener bisa bikin wide gak? maklum untuk bisa mendapatkan gambar wide notabenya jelas butuh lensa wide. Berbeda dengan lensa zoom yang harganya masih ada yang kisaran 1jutaan, kebanyakan lensa wide harganya mahal. Saya sendiri memiliki lensa ultrawide 10-22mm yang harganya jelas jauh lebih mahal dari converter yang di sebuah lapak di kaskus ini harganya cuman 350ribu. Bagaimana performanya? lets check it out.

Metode testing yang saya gunakan cukup simple. Bersama si Arya, kami menggunakan tripod untuk memasang kamera sehingga posisi kamera tidak berubah. Saya cukup terkejut dengan hasil yang didapat Untuk harga cuman 350ribu, efek wide yang dihasilkan bisa dikatakan cukup wah. Meskipun tidak mencapai 10mm namun sudah cukup membuat hasil foto cukup lebar.

Satu satunya kelemahan yang berarti adalah converter ini memberikan vignette pada bagian pinggir foto. Saya mengatakan pada Arya kalau vignette ini bisa diakali dengan mudah apabila object kita foto foto dengan bidang seamless seperti langit, tanah, pasir. Dengan mudah kita bisa memanipulasi dengan clone stamp tool. But hang on! bagaimana dengan image qualitynya? bukankan banyak lensa dengan focal sama namun memiliki harga berbeda dikarenakan memberikan image quality berbeda? bagaimana dengan satu ini. Ok sebelum kita cek ada baiknya kita melihat hasil foto dengan lensa yang sama tanpa converter dan lensa ultrawide pada 10mm.

Terlihat rentang gambar yang dihasilkan dengan converter merupakan perbesaran gambar antara 10mm dan 18mm. mungkin sekitar 14mm an.Setelah mengatahui jangkauan widenya, seperti yang saya katakan tadi kini saatnya untuk mengecek image quality nya.

Pengecekan dilakukan dengan melakukan perbesaran pada gambar sedemikian rupa (pada actual size 100%). Pada perbesaran itulah kualitas gambar terlihat pada setiap pixel yang dihasilkan. Dari hasil pemantauan ini lah hasilnya :

ternyata foto yang dihasilkan dengan menggunakan converter menghasilkan gambar yang mengalami deviasi warna pada edge. Istilah teknisnya hal ini disebut chromatic abbreviation. Cukup menganggu secara teknis. Ini berdampak pada ketajaman gambar secara general. Namun efek ini hanya berdampak pada bagian samping gambar. Cukup toleran jika kita memanng bertujuan untuk mengedit gambar habis habisan :) .

Namun dibalik kelemahan itu semua, kamu menemukan hal yang cukup menarik dari converter lensa wide abal abal ini. Yakni fitur fish eyenya. Yap.. ketika bagian dalam pada converter dibalik, akan menimbulkan efek fisheye. Cukup seru untuk gila gilaan. :D

Jadi kesimpulan sementara, Wide Converter 0.45x bisa menjadi alternatif untuk anda yang memiliki lensa kit 18mm yang ingin mengubahnya menjadi setara 14mm-an. Justru vignette yang dihasilkan bisa anda ubah menjadi nilai plus kreativitas. Bahkan dengan mencopot bagian depannya, lensa ini bisa menjadi lensa macro. Kami pun berencana untuk testing converter ini untuk memfoto yang sebenarnya. Bagaimana hasilnya. Nantikan saja postingan berikutnya.. InsyaAllah ;) .

Tags: , , ,

One Response to “Testing Wide Converter 0.45x + Macro 58 mm”

  1. Anis says:

    Terbawa ke blog ini ketika saya googling tentang wide converter. Tulisan lanjutannya ada nggak? Thx :)

Leave a Reply


+ 2 = 11