April 8, 2011 2

Tips Memotret Makanan

By in Fotografi, Tips, Tutorial

Beberapa hari lalu, saya dapat job untuk memotret makanan. Pengalaman memotret makanan bisa menjadi sesi menyenangkan bagi anda pecinta kuliner. Mengetahui hasil potretan yang menarik dan menggugah selera bisa jadi kebanggaan bagi anda. Namun bagaimana jika ternyata hasil yang didapat tidak seperti yang dibayangkan? Bukannya menarik, bisa jadi dengan teknik memotret yang salah makanan yang didepan anda bisa menjadi benda menyeramkan di dalam hasil foto. Nah untuk menghindari hasil tersebut saya akan berbagi sedikit tips ketika saya memotret.

Sebenarnya dalam memotret makanan, untuk mendapatkan hasil yang baik kunci utamanya hanyalah satu. Gunakan cahaya seeee-natural mungkin. Hindari sorotan cahaya matahari langsung, hindari lampu flash dan hindari lampu apapun itu. Mungkin terasa mustahil ketika kondisi cahaya tidak terang dan minim cahaya. Namun tidak menjadi masalah karena dalam memotret produk (still life) salah satu alat yang wajib dimiliki adalah Tripod! Selebihnya? ikuti saya perjalanan saya memotret kali ini.

Ini adalah calon model yang akan dipotret. Eits jangan salah.. makanan khas kaki lima ini juga layak untuk mendapatkan perlakuan bak foto model makanan profesional (emang ada?).  Ceritanya Mas Verry, ingin difotokan untuk menu makanan kantin baru yang ada di depan UII Ekonomi. Walaupun menu makanan tradisional, namum kemasan nuansa profesional.

Tahap persiapan dilakukan tidak lain tidak bukan adalah menempatkan kamera pada tripod. Saya menggunakan lensa 85mm, lensa tertajam yang saya miliki saat ini. Namun pilihan saya ini sedikit kurang tepat, karena lensa ini tidak bisa untuk memotret macro dan focal length yang tidak bisa diubah alias fix. Jika saya punya 70-200 f/2,8 L, saya pasti pake itu (ngarep.com).

Kelengkapan kedua yang saya pakai adalah flash Canon 430 EX-II. Meskipun dari awal sudah ada rencana tidak memakai flash, namun yang saya butuhkan kali ini adalah assist beam-nya yang membantu lensa untuk cepat fokus meskipun dalam kondisi cahaya yang minim.

Setelah kamera siap, langkah selanjutnya adalah melakukan hal hal yang bisa mendukung gambar yang lebih tajam. Apa faktornya? tidak lain adalah meminimalisir guncangan semaksimal mungkin. Untuk mencapai hal itu, kita bisa melakukan beberapa hal.

1. Gunakan Shutter Release

Dengan shutter release kita tidak perlu memegang body kamera ketika menekan shutter. Sehingga efek guncangan dari tangan kita bisa diminimalisir.

2. Gunakan mode “Mirror Look Up”

Pada kamera terdapat fasilitas yang memungkinkan guncangan yang dihasilkan dari buka tutup sensor diminimalisir sedemikian rupa. Caranya, masuk ke menu custom function kemudian pilih enable.

3. Gunakan Monitor Hasil

Saya menggunakan laptop saya untuk memonitor hasil jepretan secara live. Software ini didapatkan dari cd bawaan dari kamera. Selain saya pribadi bisa melihat detil dan hasil pada ukuran yang lebih besar, klien juga termanjakan.

Beginilah prosesnya

dan inilah hasilnya

Tags:

2 Responses to “Tips Memotret Makanan”

  1. rizal says:

    salah nih teorinya, makanya hasilnya kurang bagus

  2. cendhika says:

    hehe iya.. maklum otodidak mas :)

Leave a Reply


− 2 = 1