May 14, 2011 2

Upgrade = Level UP!

By in Blog, Fotografi

Kalau ditanya profesi apa yang akhir akhir ini berkembang cukup pesat? Jawaban saya adalah Fotografer. Beberapa  atau mungkin kebanyakan dari anda akan sepakat dengan jawaban saya. Fenomena maraknya kamera digital SLR yang kian hari makin murah dengan fitur fitur andalan berimbas semakin banyaknya orang yang memiliki kamera professional tersebut. Terlepas dari awal membeli hanya sebatas hobi atau memang sudah berniat untuk menjadikan sebagai alat mata pencaharian, namun saya yakin lambat laun bagi yang memang serius menekuni hobi tersebut akan tergiur untuk mengkomersilkan jasa nya. Sebut saya maraknya page page fotografi dengan judul “Ani Photoworks, Budi Photography, dll”. Tidak heran memang. Ketika banyak yang menyukai hasil karya kita, sering kali kita ditanya harga yang harus dibayarkan untuk jasa pemotretan oleh kita. Gratis karena cuman hobi? Pastinya anda berpikir ulang untuk meluangkan waktu dan menggunakan perlengkapan kamera dan lensa yang bisa belasan bahkan puluhan juta untuk jasa cuma cuma.

Saya sendiri termasuk salah satu fotografer yang berangkat dari hobi. Awal saya belajar kamera DSLR adalah pada tahun 2007, sejak tante membeli sebuah nikon D40. Saya yang notabenya keponakan cowok paling gede, sering didaulat untuk memegang kamera untuk foto foto keluarga. Hingga akhirnya saya membuatkan tekad untuk meminta ke orang tua membelikan saya kamera DSLR saya sendiri. Tidak enak memang meminta 10juta-an kepada orang tua untuk sekedar hobi. Untuk melancarkan misi lantas saya bertekad untuk “hutang” kepada orang tua dengan cara mengakumulasi pembayaran uang saku selama beberapa bulan dibayar di awal untuk membeli kamera.

Pilihan saya jatuh kepada Canon 450D + Lensa 50mm fix dan 55-250mm zoom. Alhamdulillah berhasil. Lebih sukses lagi ternyata pada akhirnya orang tua juga tidak tega untuk tidak memberikan uang saku setiap bulannya lagi.. xixi

Lompatan besar dalam perjalanan fotografi terjadi di tahun ini. Dengan uang yang saya tabung sendiri, saya memutuskan untuk membeli kamera full-frame. Sebuah Canon EOS 5D Mark II .Bukan keputusan yang mudah untuk membeli kamera seharga motor laki baru. Sebenanrnya jika untuk alasan pekerjaan motret wedding dan prewedding sekalipun. Saya sudah cukup puas dengan kamera 450D yang saya miliki. Bermodal lensa 10-22 dan 85mm f/1,8 yang jadi andalan sudah cukup untuk mendapatkan angle yang wah baik ultra wide sampai bokeh yang istimewa. Penggunaan lighting yang sempurna juga memberikan hasil yang sangat layak untuk body 450D sekalipun. Lantas mengapa saya begitu yakin untuk membeli kamera baru?

Ketika kesempurnaan teknis lebih diutamakan daripada editing yang over, ketika foto indoor mendominasi sehingga crop factor memberikan hasil kurang lebar. Ketika resolusi tinggi menjadi keharusan yang menentukan “harga” sebuah foto. Dari dulu saya memang terinspirasi dari hasil hasil foto yang ada di situs macam istockphoto, 123rf.com, dll. Ketika foto kita menjadi begitu bermanfaat daripada hanya sekedar hunting cewek seksi yang mendominasi album orang orang ber-DSLR saat ini. Ketika sebuah foto dihargai sebagai sebuah project daripada dihargai per-ROL yang masih sering ada ketika memotret acara resepsi pernikahan. Akhir akhir ini pun saya sedang mengembangkan sebuah situs stock foto khas  Indonesia yang saya bangun bersama seorang teman programmer.

Ketika itulah saya memutuskan untuk tidak sekedar UPGRADE namun juga untuk LEVEL UP!

2 Responses to “Upgrade = Level UP!”

  1. ibel koe says:

    waw…
    ini baru artikel bermanfaat mas,..
    aku bener2 terinspirasi olehmu mas…
    chayyo

  2. Miftahur says:

    Hahaha, Bu Atmi pasti tidak tega untuk tidak memberikan uang saku kepada seorang Kharisma Cendhika Putra . . .wkwkwk . . .

    Semangat Mas!!! Get the LEVEL UP!!!

Leave a Reply


1 + 9 =