August 9, 2011 4

Mbolang Ke Semarang (part-3,finish)

By in Blog, Ramadhan 1432H, Trip

Setelah sebelumnya puas mengunjungi Lawang Sewu pada malam hari, kali ini yang tidak kalah seru adalah mencari tempat untuk tidur. Harapan yang jelas tampak adalah untuk tidur di Masjid. Pertimbangan sanitasi dan keamanan jadi hal utama. Sempat terbesit untuk tidur di hotel, tapi rasanya kok gak laki, gak roso roso kalo cowok cowok tidur di hotel (baca:hemat). Alhasil dengan keadaan badan yang super capek kami menuju masjid untuk shalat isya setelah sebelumnya pamitan dengan empunya Lawang Sewu (mas pemandu).

Dengan alasan i’tikaf kami Pede untuk mengajukan niat berada di masjid sampai malam. Namun harapan lantas sirna ketika tukang parkir mengatakan masjid bakalan disisir oleh satpam pukul 09:00 (rada aneh juga padahal kita sampe sana jam 10an). Namun wajar karena di masjid sedang ada acara persiapan aqiqoh massal. Jadi masih banyak orang berseliweran.

Tempat yang kami harapkan menjadi tempat tidur tidak lain dan tidak bukan ya di dalam mobil. Pertama emang saya pribadi tidak kuat kalo harus tidur di lantai, yang kedua udara emang dingiin.. hanya saja yang terjadi sebenarnya di dalam ruang parkir justru panas dan gerah.. jadi serba salah.. meninggalkan mobil jelas tidak mungkin. Karena banyak barang penting di sana. Akhirnya setelah shalat isya kami putuskan untuk pulang saja.. berharap nemu pom bensin dan bisa tidur di sana.

Tersesat membawa hikmah

Perjalanan pulang dimulai. Dengan bantuan GPS kami menyicil perjalanan 3jam an kembali ke Yogyakarta. Masalah timbul ketika GPS agak rewel. Well.. Bukannya membuat perjalanan malah cepat dan menyenangkan, ni GPS malah membuat perjalanan lintas provinsi malah lewat gang gang sempit di kota semarang. Bahkan masuk beberapa jalan perumahan pula. Sepanjang perjalanan cuman bisa “nggerundel” gimana si ni GPS?? Ternyata masalah timbul gara gara saya salah setting GPS. Rute yang dicari oleh perangkat garmin ini adalah rute terdekat dan bukan rute tercepat. Alhasil gang gang and jalan jalan sempit pun dilalui. Lebih deg deg an lagi ketika beberapa jalan yang dilalui emang sepi and menanjak tajam banget.. Pertama kalinya liat jalan perumahan dalam kota bener bener naik hampir 45derajat an! Sampe sopir and penumpang gak bisa lihat depan gara gara saking “ndangak”nya. Dan ternyata setelah sampe atas sontak kami semua teriak “waaaaaaaaaaaaaahhhh”… Takjub banget.. Perjalanan lewat jalan sempit yang bikin dongkol tiba tiba disuguhkan pemandangan yang indah banget..

Kebetulan banyak orang bergerombol entah mengapa.. tidak ingin menyianyiakan kesempatan tidak terduga ini, kami lantas parkir dan turun dari mobil setelah melewati gerombolan orang yang semuanya lelaki remaja dan dewasa. Tiba tiba kaget ketika salah satu dari mereka yang sedang duduk duduk di dekat posisi parkir kami bertanya “Bawa cewek gak mas??” “eh… nggak kok”.

Bingung juga kenapa tiba tiba tanya gitu?? Bingung campur takut lagi ketika gerombolan orang tersebut mendatangi kami.. Kami mencoba bersikap tenang and lebih aktif untuk menyapa terlebih dulu.. Intinya kami berbasa basi tentang keindahan pemandangan di depan kami, hamparan kota semarang dari atas di tempat yang justru tidak kamu duga. Ternyata itu pula yang bikin gerombolan remaja dan bapak bapak ini di situ. Mereka sedang ronda. Untuk mengantisipasi tempat ini yang sering dijadikan tempat mabuk mabukan dan pacaran remaja. Karena itu pula meraka spontan langung tanya apakah kami membawa perempuan? kalau membawa mungkin langsung diusir.. hehe..

Gak tahan untuk segera mengabadikan dengan kamera. Tapi agak was was juga. Bisa bisa malah dirampas barang kami. Akhirnya setelah pembicaraan ngalor ngidul jadi tau kalo bapak bapak ini murni orang ronda and baik baik. Walupun wajah agak “gali” tapi semua ramah ramah. Kalo tiba tiba ke dalam langsung bawa kamera kayakke gimana gitu.. akhire nyletuk “ini difoto bagus bgt kayake ya pak, ini kok ya pas kebetulan bawa kamera..” “Oh.. ya silahkan aja mas kalo mau difoto, banyak fotografer yang belum tau tempat seindah ini di semarang..” ayee! ijin didapat dan ini lah yang bisa teman teman saksikan :)

Pake lensa tele kita bisa lihat masjid agung tampak paling terang dan megah dibanding bangunan sekitarnya.Sekarang coba peke lensa wide.

Pemandangan tampak cantik dikarenakan bangunan tampak rata, tidak seperti kota besar lain, semarang jarang ada bangunan tinggi, kata pak Yono (salah satu yang ronda} pemerintah semarang emang meregulasi suapaya tidak boleh ada bangunan tinggi. Dikarenakan bandara dekat dengan pusat kota, dikhawatirkan berpengaruh terhadap keselamatan penerbangan. Jadinya ya gini.. seperti hamparan bintang di daratan.. Saya sempatkan juga mengambil foto beberapa keadaan di sekitar jalan.

Puas melihat pemandangan dan ngobrol sama orang orang saatnya melanjutkan perjalanan.. baru tau klao di semarang juga ada jalan tol.. Lumayan bisa sedikit menghilangkan rasa kantuk sambil memacu mobil agak kencang megikuti irama mobil lain.

Baru setengah jam perjalanan udah ngantuk banget. Alhasil kami berhenti di pom bensin untuk mengisi bensin lantas parkir dan tidur.. hoaaaam.. besok masih harus bangun pagi and sahur.. gak pernah kepikiran untuk tidur dan sahur di mobil.. wkkw

lantas melanjutkan perjalanan pagi harinya. Walaupun dengan kondisi setengah ngantuk dan belum mandi but it was a nice experience.. membolang bersama teman teman.. makasih bagi temen temen yang udah mampir di cerita gak jelas ini.. Ditunggu perjalanan Si Bolang berikutnya :D D

4 Responses to “Mbolang Ke Semarang (part-3,finish)”

  1. idaMoon says:

    Awsome!awesome!brader…Kyaaaaa?°??°?aaa q bru tau klo semarang ad tmp kek gt..yg d benakq tuh semarang panas,ahaha,trnyata kalo mlm bgus bgt,,bnr2 kek hmparan bintang d bumi,sng baca mbolangmu kali ni brader,,ehEhehe. ?(???)?. Smg ad kisah2 mbolang slnjutnya yg lbh menarik,ahahahaha

  2. cendhika says:

    hooh mun.. aku juga baru tau semarang jauh lebih crowded dari yang saya kira.. kota banget dah

  3. Lailatul Qadr says:

    Kami pernah lewat jalan yang mas maksud. Kami waktu itu memakai google map sebagai pathokan. Ternyata eh ternyata malah merinding disko adanya… hadeuuuuh…

  4. cendhika says:

    eh iya to? wah emang kalo ngandalin teknologi kadang was was juga. hehe

Leave a Reply