August 11, 2011 11

Review Pengalaman Memakai Beberapa Kamera dan Lensa

By in Blog, Fotografi, Gadget, Tips

Keinginan post artikel ini timbul ketika saya sering mendapat bebrapa pertanyaan dari teman bahkan beberapa orang yang tidak saya kenal untuk meminta saran akan lensa dan kamera tipe tertentu. Well.. saya emang bukan pengamat fotografi apalagi penjual kamera yang emang wajib menguasai semua fitur dan kelebihan tiap tipe yang dijual untuk memuaskan pelanggan, saya hanya membeli berdasarkan keinginan pribadi dan budget yang ada. Tapi walau demikian, Alhamdulillah selama 3 tahunan memotret sudah ada beberapa perangkat yang saya gunakan. InsyaAllah sedikit banyak bisa menjadikan pertimbangan teman teman sebelum membeli perlengkapan fotografi tertentu. Saya akan mencoba mengulas di sini. Saya urutkan berdasarkan waktu. Sehingga teman teman juga mempunyai gambaran perjalanan upgrade saya sampai seperti sekarang ini.

1. Nikon D40 Kit

Adalah kamera DSLR pertama yang pernah saya pegang! seneng banget waktu itu bisa pake kamera DSLR, walaupun bukan milik sendiri (milik om) tapi sering didaulat pake untuk motret acara keluarga. Kamera yang cukup untuk belajar foto. Kekurangan adalah resolusi yang cuman 6 megapixel, ukuran kamera yang kecil bikin genggaman tidak maksimal. Buruknya lagi, battery grip (vertical grip) tidak tersedia dari nikon untuk versi ini. (beli: Rp 5,6 Jutaaan – discontinued)

Motret bareng temen temen AMIKOM. Pake kit di 18mm dan editing HDR di photoshop.

2. Canon 450D Kit(sold)

My First kamera! Hasil merayu orang tua untuk belikan seperangkat kamera. Kala itu janjinya untuk bisa menunjang sebagai desainer grafis. Untuk mempermudah negosiasi, saya bilang kalau saya tidak perlu diberi uang saku selama waktu tertentu sejumlah biaya yang orang tua keluarkan untuk belikan saya kamera. Yess! dan berhasil.. (walaupun pada akhirnya tidak ada orang tua yang tega kalo tau anaknya kehabisan uang saku dan kelaparan, wkkwk) . Well ini adalahwamera yang worth banget dari segi value. LCD udah 3″ jadi pertimbangan utama. Kelemahan ISO cuman mentok di 1600 kurang cocok untuk indoor. (beli: Rp 7,25 Jutaaan – discontinued).

Pertama kali mencoba HDR menggunakan Photomatix. Focal 24mm menggunakan lensa kit.

3. Canon EF 50mm f/1,8(sold)

The BEST VALUE bokeh lens EVER! Saya sangat menyarankan setiap orang yang ingin menambah lensa untuk membeli lensa ini terlebih dahulu. Cocok buat indoor, outdoor juga oke. Cuman untuk foto full body (jarak >1,5m) an sering miss focus (back focus). (beli: Rp 820ribuan )

Dengan bukaan 1,8 kita bisa mendapatkan efek bokeh yang unik di background berupa cahaya lampu kota

4. Canon EF-S 55-250mm f/4-5,6 IS (sold)

Banyak yang bimbang antara lensa ini atau Canon 70-300mm. Well saya menyarankan pilih lensa ini! Lensa yang oke banget buat outdoor. Walupun fungsi utama sepertinya untuk lensa tele, tapi favorit saya justru pada focal ke 55mm. Why? hasilnya tajam bgt. Dan kita bisa mendapatkan bukaan f/4 pada focal di 55mm(pada lensa kit, focal 55mm menghasilkan maksimal bukaan f/5,6). Jadi bokeh jalan, tajam terjaga. Lensa yang juga favorit saya untuk motret studio. Oke deh pokoknya :) . (beli: Rp 2,4jutaan )


Di bukaan 4 dan focal 55mm, lensa ini cocok untuk mendapatkan ilustrasi foto company profil yang hanya butuh bokeh sewajarnya namun ketajaman maksimal.

5. Canon EF-S 10-22 USM (sold)

Lensa USM pertama yang saya miliki. Dan lensa kategori cukup mahal pertama yang saya beli. Alasan beli dulu untuk motret landscape dan prewedding. Hasilnya oke banget. Tajaaam abis! Banyak yang bimbang antara Tokina 11-16 sama lensa ini. Well banyak yang berpendapat hasil tokina lebih oke. Tapi saya pikir lensa ini menghasilkan gambar yang sudah sangat tajam. Dan mengapa saya memilih lensa ini dibanding Tokina ataupun sigma, karena focal yang lebih panjang. Dari segi wide lensa ini lebih wide (10mm vs 11mm) dari segi zoom, focal 20mm cukup untuk foto dokumentasi. Jadi I think it is the BEST multipurpose ultrawide LENS. Bahkan di sebuah forum saya membaca lensa ini adalah lensa tipe L yang dibalut lingkar kuning. Well.. the only thing saya gak suka adalah mounting nya yang tipe EF-S bukan EF, jadi gak bisa dipasang di kamera fullframe :( . (beli : Rp 6,3jutaan)

Efek distorsi yang dihasilkan lensa ini bikin bagunan tampak lebih megah.

6. Canon EF 85mm  f/1,8 USM (sold)

The BEST potrait bokeh lens EVER! focal yang pas banget buat motret full body. Hasilnya super tajam! Bokehnya dahsyat! Dan hal yang paling saya suka dari lensa ini adalah bobotnya yang ringan. Well.. saya emang suka ambil angle angle ekstrim. Jadi untuk angle yang sulit( seperti frog view bahkan fish view) lensa ini cocok banget! I LOVE this lens so much. Tapi entah mengapa, di full frame ni lensa tidak menghasilkan gambar setajam di crop factor. Ada yang bilang emang ini lensa untuk crop factor. Untuk full frame lensa potrait adalah 135mm L. Karena kekecewaan itu lah akhirnya ketika menjual body 450D lensa ini turut serta.. Bye my fav. lens :’( (beli: Rp 3,2jutaan)

Dengan focal 85mm dan bukaan besar, kita bisa maksimal bermain di foreground dan background untuk mendapatkan foto dengan DOF yang sempit.

7. Canon EOS 5D Mark II (Body Only)

Yaay! Apa sih impian kebanyakan fotografer selain kamera fullframe? Walaupun sempat “galau” gara gara hasilnya gak tajam tapi setelah baca baca review emang hasil dari ni kamera akan jauh lebih maksimal setelah mengalami post-processing. Dengan resolusi yang 21Megapixel, kepadatan pixel yang tinggi membuat sharpen jadi jauuuh lebih detil! Selain itu kelebihan utama yang saya dapat adalah tingkat sensitifitas yang tinggi. Dengan range ISO antara 50-H2, motret indoor jadi leluasa. Bahkan noise yang didapat di ISO 1600 tidak begitu berarti, ISO 6400 pun setara noise nya dengan ISO 1600 di kamera APS-C (Crop Factor). Dan hal yang paling bikin saya enjoy dengan lensa ini adalah cropping yang dihasilkan dari ukuran sensor nya itu sendiri. Dengan fullrame kita akan mendapatkan gambar sekian persen lebih lebar dari yang biasa didapat di crop factor. What does it means? aku gak perlu mundur mundur kalo pake lensa fix. Pake lensa 50mm pun hasilnya seperti pake 35mm tapi dengan bokeh yang oke banget di foreground dan background. Cocok banget buat motret company profile. Intinya puas banget pake fullframe. Minus dari kamera fullframe adalah lensa EF-S tidak bisa masuk (kabar buruk untuk lensa 18-55,55-250 sama 10-22 ku) dan yang kedua (ehm..) hargane.. (beli : Rp 19,4jutaan)

Dengan fullframe, motret obyek du ruangan yang sempit dan sangat terbatas bisa diatasi.

8. Canon EF 15mm f/2,8 (Fish Eye)

Dapat second dari seorang temennya temen. Katanya gak puas pakeknya. Ya wajar sie.. untuk kamera crop factor, ni lensa emang gak bikin hasil maksimal. Cuman bikin bidang lurus jadi agak melengkung. Tapi setelah di fullframe… wuiiih dahsyat! bener bener wah.. distorsi yang dihasilkan gak nahan deh.. duna serasa melengkung di mana mana.. Kataku rugi kalo punya fullframe tapi gak punya lens fish eye. So MUCH FUN to do with! Kekurangannya lensa nya rawan kegores karena menonjol, lainnya untuk lensa mungil gini (ehm..) harganya… (beli : (second) Rp5,4juta)

Dengan fish eye di fullframe, bidang lurus seperti rel kereta menjadi melengkung.

9. Canon EF 50mm f/1,4 USM (sold)

Lensa yang sama fungsinya kayak lensa SUPER VALUE  50mm f/1,8 hanya dengan bukaan yang lebih besar, body yang lebih kokoh dan harga yang 4x lebih mahal. Well.. emang bokeh yang dihasilkan lebih haluss… dan dengan bukaan 1,4 motret indoor jadi lebih pede meski pencahayaan minim banget. Alasan utama beli lensa ini sebenere untuk ngimbangi body 5D.  Jadi segi psikis juga lebih pede motret pake 50mm ;p. (beli : Rp 3,2jutaan)

Untuk foto indoor lensa ini sangat recommended.

10. Canon EF 70-200 L f/2,8 USM

My dream glass! Alhamdulillah akhirnya kebeli juga.. Lensa L pertamaku. Cocok banget dipasang di 5DmarkII. Focal di 70mm bikin kita masih bisa motret wajar (tanpa perlu mundur mundur karena focal kejauhan di crop factor). Hasil juga tajaam.. bokeh dahsyat di 200 mm. Lensa tele yang udah famous di kalangan fotografer. Kelemahan yang paling berarti ya bobotnya yang super.. sempet pegel pegel di awal pake ni lensa.. leher kaku.. buat frog view juga susah.. tapi dengan hasil yang diberikan langsung lupa semua pegel pegel gara gara nahan beban yang hampir 1,5kg. (beli: (second) Rp 9,4jutaan)

Walaupun berat, namun lensa ini sangat bisa diandalkan untuk memotret dengan hasil yang tajam dan bokeh maksimal.

11. Canon EF 17-40L USM

Lensa L termurah tapi hasil dahsyat! maksimal baget dipake di fullframe. Focal 17mm setara dengan 11mm di crop factor hanya dengan distrosi yang gak begitu berarti. Dynamic range nya dahsyat. Build quality nya juga oke banget. Terdapat sil karet di dekat mounting untuk mencegah debu atau air masuk di body. Semenjak punya lensa ini semangat jadi traveller bangkit kembali. (beli: (second) Rp 5,4jutaan)

Dynamic range yang dihasilkan pada lensa ini patut diacungi jempol. Lensa L gitu..

Well sekian review singkat dari saya. Hanya ingin sekedar berbagi dari pengalaman saya memakai lensa. Seperti yang bisa dilihat di atas, saat ini saya yang tertinggal di drybox saya adalah 5DmarkII, 70-200, 15 dan 17-40. InsyaAllah sudah tidak ada rencana lagi beli lensa dalam waktu dekat(kecuali tiba tiba ada rejeki nomplok, pengen melengkapi dengan 24-70L). Gak terasa juga ternyat a pengeluaran untuk perlengkapan foto udah gila gilaan.. ;p (belum termasuk perlengkapan lighting dan pendukung lainnya). Tapi namanya udah hobby kayaknya selama positif (dan menghasilkan) tidak ada salahnya. Walupun perkerjaan utama  saat ini bukan fotografer tapi ingin nantinya bidang dan investasi selama ini bener bener saya bawa ke jalur professional. Hidup yang cuman sekali ini ingin rasanya bisa mengabadikan ciptaanNya dan apa yang terjadi di dunia ini dengan sebaik baiknya. Yes… and photography is my PASSION of LIFE.. cheeers ;)

11 Responses to “Review Pengalaman Memakai Beberapa Kamera dan Lensa”

  1. andi says:

    oke deh mantab.up..up..

  2. cendhika says:

    wkw.. kayak aku lagi jualan aja ndi ndi..

  3. Bu'e Shulha says:

    Baru tahu kamera para photograper kaya gini to..hehe
    Tahunya kan kamera saku..

  4. ahdhan says:

    wohoho berawal dari D40 NIKON, taunya pindah ke Canon :P hohoho sip sip, keren ceritanya :D sukses selalu, dan teruslah berkaryaaaaa

  5. cendhika says:

    @maminya shulha : ternyata kamera karung.. wkwk
    @ahdhan : hehe thank u.. sama sama ya, karyanya situ dahsyat2!

  6. rina says:

    dahsyat,,,,berjuta pengalaman yg sudah di dapat pastinya dari banyaknya lensa dan kamera yg sudah dicoba. saya numpang belajar dari pengalamannya mas cendika ya. hehe

  7. rina says:

    update terus mas pengalamannya di sini. biar yg pemula seperti saya bisa ngambil pelajaran dari pengalaman photografer profesional. =)

  8. cendhika says:

    thank u Rina, dipikir pikir pemborosan juga.. mending sabar lama tapi beli langsung bisa dipake untuk jangka waktu lama :) siaaap.. always senang bisa sharing ;)

  9. arif says:

    Wah..mantap mas tulisannya
    Boleh ga belejar lebih banyak nih sama jenengan…

    Rgds
    Arif

  10. cendhika says:

    monggo mas arif, always happy to share with others :)

  11. rina says:

    mas cen,saya mau tanya. saya coba pake lensa 55-250 tp hasilnya gak tajem klo di zoom maksimal. padahal saya ambil gambarnya outdoor dan cerah siang hari. itu memang wajar atau bagaimana ya?
    matur nuwun man :D

Leave a Reply