August 11, 2011 37

Review Pengalaman Memakai Beberapa Kamera dan Lensa

By in Blog, Fotografi, Gadget, Tips

Keinginan post artikel ini timbul ketika saya sering mendapat beberapa pertanyaan dari teman bahkan beberapa orang yang tidak saya kenal untuk meminta saran akan lensa dan kamera tipe tertentu. Well.. saya emang bukan pengamat fotografi apalagi penjual kamera yang emang wajib menguasai semua fitur dan kelebihan tiap tipe yang dijual untuk memuaskan pelanggan, saya hanya membeli berdasarkan keinginan pribadi dan budget yang ada. Tapi walau demikian, Alhamdulillah selama 4 tahunan memotret sudah ada beberapa perangkat yang saya gunakan. InsyaAllah sedikit banyak bisa menjadikan pertimbangan teman teman sebelum membeli perlengkapan fotografi tertentu. Saya akan mencoba mengulas di sini. Saya urutkan berdasarkan waktu. Sehingga teman teman juga mempunyai gambaran perjalanan upgrade saya sampai seperti sekarang ini.

1. Nikon D40 Kit

Adalah kamera DSLR pertama yang pernah saya pegang! seneng banget waktu itu bisa pake kamera DSLR, walaupun bukan milik sendiri (milik om) tapi sering didaulat pake untuk motret acara keluarga. Kamera yang cukup untuk belajar foto. Kekurangan adalah resolusi yang cuman 6 megapixel, ukuran kamera yang kecil bikin genggaman tidak maksimal. Buruknya lagi, battery grip (vertical grip) tidak tersedia dari nikon untuk versi ini. (beli: Rp 5,6 Jutaaan – discontinued)

Motret bareng temen temen AMIKOM. Pake kit di 18mm dan editing HDR di photoshop.

2. Canon 450D Kit(sold)

My First kamera! Hasil merayu orang tua untuk belikan seperangkat kamera. Kala itu janjinya untuk bisa menunjang sebagai desainer grafis. Untuk mempermudah negosiasi, saya bilang kalau saya tidak perlu diberi uang saku selama waktu tertentu sejumlah biaya yang orang tua keluarkan untuk belikan saya kamera. Yess! dan berhasil.. (walaupun pada akhirnya tidak ada orang tua yang tega kalo tau anaknya kehabisan uang saku dan kelaparan, wkkwk) . Well ini adalah kamera yang worth banget dari segi value. LCD udah 3″ jadi pertimbangan utama. Kelemahan ISO cuman mentok di 1600 kurang cocok untuk indoor. (beli: Rp 7,25 Jutaaan – discontinued).

Pertama kali mencoba HDR menggunakan Photomatix. Focal 24mm menggunakan lensa kit.

3. Canon EF 50mm f/1,8(sold)

The BEST VALUE bokeh lens EVER! Saya sangat menyarankan setiap orang yang ingin menambah lensa untuk membeli lensa ini terlebih dahulu. Cocok buat indoor, outdoor juga oke. Cuman untuk foto full body (jarak >1,5m) an sering miss focus (back focus). (beli: Rp 820ribuan )

4. Canon EF-S 55-250mm f/4-5,6 IS (sold)

Banyak yang bimbang antara lensa ini atau Canon 70-300mm. Well saya menyarankan pilih lensa ini! Lensa yang oke banget buat outdoor. Walupun fungsi utama sepertinya untuk lensa tele, tapi favorit saya justru pada focal ke 55mm. Why? hasilnya tajam bgt. Dan kita bisa mendapatkan bukaan f/4 pada focal di 55mm ( Bandingkan dengan lensa kit, yang pada focal 55mm menghasilkan maksimal bukaan f/5,6). Jadi bokeh jalan, tajam terjaga. Lensa yang juga favorit saya untuk motret studio. Oke deh pokoknya :) . (beli: Rp 2,4jutaan )


Di bukaan 4 dan focal 55mm, lensa ini cocok untuk mendapatkan ilustrasi foto company profil yang hanya butuh bokeh sewajarnya namun ketajaman maksimal.

5. Canon EF-S 10-22 USM (sold)

Lensa USM pertama yang saya miliki. Dan lensa kategori cukup mahal pertama yang saya beli. Alasan beli dulu untuk motret landscape dan prewedding. Hasilnya oke banget. Tajaaam abis! Banyak yang bimbang antara Tokina 11-16 sama lensa ini. Well banyak yang berpendapat hasil tokina lebih oke. Tapi saya pikir lensa ini menghasilkan gambar yang sudah sangat tajam. Dan mengapa saya memilih lensa ini dibanding Tokina ataupun sigma, karena focal yang lebih panjang. Dari segi wide lensa ini lebih wide (10mm vs 11mm) dari segi zoom, focal 22mm cukup untuk foto dokumentasi. Jadi I think it is the BEST multipurpose ultrawide LENS. Bahkan di sebuah forum saya membaca lensa ini adalah lensa tipe L yang dibalut lingkar kuning. Well.. the only thing saya gak suka adalah mounting nya yang tipe EF-S bukan EF, jadi gak bisa dipasang di kamera fullframe :( . (beli : Rp 6,3jutaan)

Efek distorsi yang dihasilkan lensa ini bikin bagunan tampak lebih megah.

6. Canon EF 85mm  f/1,8 USM (sold)

The BEST potrait bokeh lens EVER! focal yang pas banget buat motret full body. Hasilnya super tajam! Bokehnya dahsyat! Dan hal yang paling saya suka dari lensa ini adalah bobotnya yang ringan. Well.. saya emang suka ambil angle angle ekstrim. Jadi untuk angle yang sulit( seperti frog view bahkan fish view) lensa ini cocok banget! I LOVE this lens so much. Tapi entah mengapa, di full frame ni lensa tidak menghasilkan gambar setajam di crop factor. Ada yang bilang emang ini lensa untuk crop factor. Untuk full frame lensa potrait adalah 135mm L. Karena kekecewaan itu lah akhirnya ketika menjual body 450D lensa ini turut serta.. Bye my fav. lens :’( (beli: Rp 3,2jutaan)

Dengan focal 85mm dan bukaan besar, kita bisa maksimal bermain di foreground dan background untuk mendapatkan foto dengan DOF yang sempit.

7. Canon EOS 5D Mark II (Body Only)

Yaay! Apa sih impian kebanyakan fotografer selain kamera fullframe? Walaupun sempat “galau” gara gara hasilnya gak tajam tapi setelah baca baca review emang hasil dari ni kamera akan jauh lebih maksimal setelah mengalami post-processing. Dengan resolusi yang 21Megapixel, kepadatan pixel yang tinggi membuat sharpen jadi jauuuh lebih detil! Selain itu kelebihan utama yang saya dapat adalah tingkat sensitifitas yang tinggi. Dengan range ISO antara 50-H2, motret indoor jadi leluasa. Bahkan noise yang didapat di ISO 1600 tidak begitu berarti, ISO 6400 pun setara noise nya dengan ISO 1600 di kamera APS-C (Crop Factor). Dan hal yang paling bikin saya enjoy dengan lensa ini adalah cropping yang dihasilkan dari ukuran sensor nya itu sendiri. Dengan fullrame kita akan mendapatkan gambar sekian persen lebih lebar dari yang biasa didapat di crop factor. What does it means? aku gak perlu mundur mundur kalo pake lensa fix. Pake lensa 50mm pun hasilnya seperti pake 35mm tapi dengan bokeh yang oke banget di foreground dan background. Cocok banget buat motret company profile. Intinya puas banget pake fullframe. Minus dari kamera fullframe adalah lensa EF-S tidak bisa masuk (kabar buruk untuk lensa 18-55,55-250 sama 10-22 ku) dan yang kedua (ehm..) hargane.. (beli : Rp 19,4jutaan)

Dengan fullframe, motret obyek du ruangan yang sempit dan sangat terbatas bisa diatasi.

8. Canon EF 15mm f/2,8 (Fish Eye)

Dapat second dari seorang temennya temen. Katanya gak puas pakeknya. Ya wajar sie.. untuk kamera crop factor, ni lensa emang gak bikin hasil maksimal. Cuman bikin bidang lurus jadi agak melengkung. Tapi setelah di fullframe… wuiiih dahsyat! bener bener wah.. distorsi yang dihasilkan gak nahan deh.. duna serasa melengkung di mana mana.. Kataku rugi kalo punya fullframe tapi gak punya lens fish eye. So MUCH FUN to do with! Kekurangannya lensa nya rawan kegores karena menonjol, lainnya untuk lensa mungil gini (ehm..) harganya… (beli : (second) Rp5,4juta)

Dengan fish eye di fullframe, bidang lurus seperti rel kereta menjadi melengkung.

9. Canon EF 50mm f/1,4 USM (sold)

Lensa yang sama fungsinya kayak lensa SUPER VALUE  50mm f/1,8 hanya dengan bukaan yang lebih besar, body yang lebih kokoh dan harga yang 4x lebih mahal. Well.. emang bokeh yang dihasilkan lebih haluss… dan dengan bukaan 1,4 motret indoor jadi lebih pede meski pencahayaan minim banget. Alasan utama beli lensa ini sebenere untuk ngimbangi body 5D.  Jadi segi psikis juga lebih pede motret pake 50mm yang mahalan ;p. (beli : Rp 3,2jutaan)

Untuk foto indoor lensa ini sangat recommended.

10. Canon EF 70-200 L f/2,8 USM  (sold)

My dream glass! Alhamdulillah akhirnya kebeli juga.. Lensa L pertamaku. Cocok banget dipasang di 5DmarkII. Focal di 70mm bikin kita masih bisa motret wajar (tanpa perlu mundur mundur karena focal kejauhan di crop factor). Hasil juga tajaam.. bokeh dahsyat di 200 mm. Lensa tele yang udah famous di kalangan fotografer. Kelemahan yang paling berarti ya bobotnya yang super.. sempet pegel pegel di awal pake ni lensa.. leher kaku.. buat frog view juga susah.. tapi dengan hasil yang diberikan langsung lupa semua pegel pegel gara gara nahan beban yang hampir 1,5kg. (beli: (second) Rp 9,4jutaan)

Walaupun berat, namun lensa ini sangat bisa diandalkan untuk memotret dengan hasil yang tajam dan bokeh yang unik di focal terjauhnya.

11. Canon EF 17-40L USM (sold)

Lensa L termurah tapi hasil dahsyat! maksimal baget dipake di fullframe. Focal 17mm setara dengan 11mm di crop factor hanya dengan distrosi yang gak begitu berarti. Walaupun begitu bukan berarti tidak cocok untuk dipake di cropfactor, di kamera non fullframe, lensa ini cocok untuk digunakan sebagai lensa multipurpose. Dynamic range nya dahsyat. Build quality nya juga oke banget. Terdapat sil karet di dekat mounting untuk mencegah debu atau air masuk di body. Semenjak punya lensa ini semangat jadi traveller bangkit kembali. (beli: (second) Rp 5,4jutaan)

Dynamic range yang dihasilkan pada lensa ini patut diacungi jempol. Lensa L gitu..

12. Canon EF 24-70L /2,8 USM

Lensa ini ibarat lensa “kit” nya Kamera fullframe. Range nya mungkin sama kayak Lensa 17-40 di Crop Factor. Hal yang paling saya suka dari kamera ini adalah kemampuan macro nya disamping bukaan f/2,8 nya yang konstan. Untuk motret landscape pun, kamera ini memberikan hasil yang sangat baik. Bisa dibilang, lensa 24-70L /2,8 adalah lensa wajib untuk Fullframe! Hanya saja, harga lensa ini cukup fantastis. Saya sendiri cukup lama harus puas menggunakan lensa fix untuk kamera fullframe saya sebelum bisa mendapatkan lensa ini. (beli: (second) 9,8jutaan)

 

Kemampuan macro lensa ini dan kualitas lensa nya membuat foto produk makin maksimal

13. Samyang 14mm f/2,8

Mungkin banyak yang menganggap lensa third party kualitas nya lebih jelek dari lensa dari pabrikan kamera. Saya sendiri baru yakin untuk membeli lensa ini ketika membaca artikel di flickr tentang perbandingan lensa Samyang ini dengan lensa Ef 16-35mm f/2,8. Hasilnya cukup mengejutkan. Kualitas gambar lensa samyang unggul di segi apapun. Bahkan dengan harga 1/4 nya lensa samyang memberikan focal yang lebih lebar. 14mm!! that’s the widest focal length of fullframe camera. Kekurangannya hanya lensa ini bukan lensa automatic, dan tidak bisa dipasang filter. Namun bukan menjadi masalah, karena lebih sering menggunakan bukaan kecil untuk motret landscape dan bukan digunakan untuk motret benda bergerak yang sering membutuhkan pengaturan ulang fokus. Beratnya cukup lumayan. Solusi ekonomis untuk lensa ultrawide pada kamera fullframe. (beli: 3,8jutaan)

Dengan focal yang lebar dan bukaan besar, lensa ini cocok untuk digunakan memotret bintang.

14. Canon 135mm f/2.0 L

LORD OF RED RING! The best bokeh lens from Canon. Bukaan f/2 nya bikin efek blur di lensa ini lebih dibanding dengan lensa lain di focal yang sama. Bobotnya yang ringan membuat proses pengambilan gambar jadi lebih leluasa. Rasanya mirip mirip dengan memakai 85mm di cropfactor. Focal 135mm nya pun terasa pas banget di body fullframe. Lensa ini saya jadikan lensa alternatif setelah lensa 70-200 saya rusak karena jatuh. Hanya saja, walapun memberikan hasil yang extraordinary, focal 135mm kurang cocok untuk digunakan memotret dokumentasi ataupun indoor. Karena jarak fix yang panjang akan merepotkan utuk memotret obyek yang dekat. (beli (second) 7,5jutaan)

Bokeh shallow dan gambar yang super tajam jadi ciri khas lensa ini.

Well sekian review singkat dari saya. Hanya ingin sekedar berbagi dari pengalaman saya memakai lensa. Seperti yang bisa dilihat di atas, saat ini saya yang tertinggal di drybox saya adalah 5DmarkII, Samyang 14mm, Canon 24-70n dan 135mm. Gak terasa juga ternyata pengeluaran untuk perlengkapan foto udah gila gilaan.. ;p (belum termasuk perlengkapan lighting dan pendukung lainnya). Tapi namanya udah hobby kayaknya selama positif (dan menghasilkan) tidak ada salahnya. Walupun perkerjaan utama  saat ini bukan fotografer tapi ingin nantinya bidang dan investasi selama ini bener bener saya bawa ke jalur professional. Hidup yang cuman sekali ini ingin rasanya bisa mengabadikan ciptaanNya dan apa yang terjadi di dunia ini dengan sebaik baiknya. Yes… and photography is my PASSION of LIFE.. cheeers ;)

Tags: , ,

37 Responses to “Review Pengalaman Memakai Beberapa Kamera dan Lensa”

  1. andi says:

    oke deh mantab.up..up..

  2. cendhika says:

    wkw.. kayak aku lagi jualan aja ndi ndi..

  3. Bu'e Shulha says:

    Baru tahu kamera para photograper kaya gini to..hehe
    Tahunya kan kamera saku..

  4. ahdhan says:

    wohoho berawal dari D40 NIKON, taunya pindah ke Canon :P hohoho sip sip, keren ceritanya :D sukses selalu, dan teruslah berkaryaaaaa

  5. cendhika says:

    @maminya shulha : ternyata kamera karung.. wkwk
    @ahdhan : hehe thank u.. sama sama ya, karyanya situ dahsyat2!

  6. rina says:

    dahsyat,,,,berjuta pengalaman yg sudah di dapat pastinya dari banyaknya lensa dan kamera yg sudah dicoba. saya numpang belajar dari pengalamannya mas cendika ya. hehe

  7. rina says:

    update terus mas pengalamannya di sini. biar yg pemula seperti saya bisa ngambil pelajaran dari pengalaman photografer profesional. =)

  8. cendhika says:

    thank u Rina, dipikir pikir pemborosan juga.. mending sabar lama tapi beli langsung bisa dipake untuk jangka waktu lama :) siaaap.. always senang bisa sharing ;)

  9. arif says:

    Wah..mantap mas tulisannya
    Boleh ga belejar lebih banyak nih sama jenengan…

    Rgds
    Arif

  10. cendhika says:

    monggo mas arif, always happy to share with others :)

  11. rina says:

    mas cen,saya mau tanya. saya coba pake lensa 55-250 tp hasilnya gak tajem klo di zoom maksimal. padahal saya ambil gambarnya outdoor dan cerah siang hari. itu memang wajar atau bagaimana ya?
    matur nuwun man :D

  12. ezzaxs77 says:

    Makin mantap deh beli 50mm ma 55-250mm nya thankyou om harga gelang merahnya nglewatin harga body saya (600d)

  13. dimas says:

    mantap mas

  14. panji says:

    bacanya seru banget dari pertama sampe akhir. apalagi quote terakhirnya :) )

  15. Adin AFT says:

    Terima kasih info dan curhatannya mas.Berkat artikel mas, saya jadi paham langkah2 ke depan memilih lensa…:)
    Salam Poto poto

  16. ekosusanto says:

    alur ceritanya enak diikuti, pengalamannya juga bermanfaat, cuman yang masih gak kuat ya harganya, hehehe

  17. Kevin Foster says:

    Seru pengalaman nya mas….tp aku masih bingung antara lensa 10-22 atau 17-40 dan 70-200 f.4 non IS mao beli mana duluan…. G pake canon 600d…mohon pencerahannya mas…thanks ya…

  18. Jengskay says:

    Info yang sangat sangat berguna buat pemula seperti saya mas Cendhika, saya mau nanya mas, saya ingin membeli lensa fish eye, tetapi saya masih bingung antara membeli lensa samyang 8mm / tokina 10-17mm / sigma 15mm, untuk kegunaan buat outdoor jepret2 teman main skateboard, bisa kasih coret2nya mas, terimakasih banyak :D

  19. arha says:

    joss…share lg…

  20. Wahyu Tirta says:

    Mas, dari sekian banyak lensa yang anda gunakan diatas, yang mana lensa paling rekomended dari segi harga dan kualitas? kalau saya sendiri lebih tertarik 17-40, apakah optimal untuk kamera jenis non-fullframe? Terima kasih atas perhatiannya :)

  21. cendhika says:

    @Rina : mungkin speed nya masih kurang tinggi, idealnya speed untuk motret itu seteara atau lebih besar dari focalnya, ambil contoh kalau motret pake focal 250mm jadi speednya minimal harus 1/250 juga :)

    @kevin foster : tergantung penggunaan, kalo diantara 3 lensa tadi itu saya memilih lensa 10-22 karena hasilnya paling wah dibanding lensa lain yang mungkin akan kasih hasil biasa aja dengan focal yang biasa.

    @jengskay : samyang aja mas, unik di 8mm nya, saya sering liat foot skateboard diambil pake lensa fish eye, hasilnya nyuss :D

    @wahyu tirta : 17-40 tetap optimal untuk non full frame. Mungkin rasanya mirip dengna pake lensa kit, namun dengan kualitas gambar yang pastinyha lebih baik :D

  22. Wahyu S says:

    Joss mas Cen, selalu menarik pengalaman2 mu..
    mau tanya kalau kamera non full frame di kasih samyang 14mm f/2.8 hasil nya gmn? kurang, bagus, atau malah bisa maksimal? hehe

  23. Yosua A Linata says:

    Dahsyat bagt mas chen… berawal dari kamera 450D hingga 5D Mark II perjuangannya ktk fmn tu ya?

  24. Kris says:

    Mas bro Cendhika.
    Gini mas, ini saya punya masalah mo milih yang enak.
    kemarin ada tawaran Lens Tamron 70-300 DG f5,6 & Canon efs 55-250 IS II.
    nah yang ane mau tanyaain, enaknya make apa ya Mas Bro. ane makenya cuman Camarenya cuman Entry Level 600D pengen punya zoom lens.

    Ada saran gamas bro.
    Makasih.

  25. Nikota says:

    Manteb salut kang!!
    Saya jg boros d lensa, ampe ngumpet2 beli biar gk diomelin ortu buat hobi :D

  26. Novie says:

    informatif….thx mas chendika

    mau nanya mas bro..saya punya 7D with EFS 18-200mm
    saat ini saya tertarik menggantinya dengan 17-40
    yang ingin saya tanya kira-kira pantaskah saya menggati 18-200 dengan 17-40? dan diantara kedua lensa tersebut lensa mana yang lebih wide kalo di pake di 7D (non full frame)?

    Thank you mas bro..

  27. edhy says:

    Mas bro, mw minta saran ni, sya mash amatir pke kamera 1100D, pngen ganti lensa, tpi bingung milih nya, mnurut mas mana yg harus sya beli dulu? Fix 50mm atw sya beli 55-250 is ii mas? Mohon sran nya, makasih mas.

  28. ogienz says:

    Riview-nya mantap..cukup ringan tapi berbobot..nambah elmu nih mas..sama dengan mas edhy saya lagi mempertimbangkan lensa buat Canon EOS 1100D (Alhamdulillah bisa beli dari rapelan…wkwkwkwk)

  29. Itok says:

    Reviewnya mantap sekali mas, mengulas perjalanan & sejarah kamera serta lensa mulai dari yang pertama hingga yang terkini. Sangat membantu memilih lensa untuk kamera saya :D
    Salam dari Kabupaten Karanganyar.

  30. Dako says:

    Kisahnya menginspirasi saya mas..
    Saya udh sangat sering motret pke kamera DSLR, tapi baru saat ini bisa motret pke DSLR punya sendiri, ya.. canon 550d doang, ituu pun belinya second di krnakan kondisi dompet… tpi yg jelas, ni kamera kesayangan bnget,
    Nah, kasi saran dong ms, saya suka foto bokeh atau portrait, tp saya juga suka foto LS,.. itu yg bikin saya bingung pilih lensa yg mana.. apalgi dgn modal yg seadanya.. mohon sarannya mas.. matur nuwun..

  31. Phortho says:

    Pengalaman = mahal …………
    Sekalian beli yang handal dan mahal ……..
    Berhasil = Mahal …
    Ancur = Rugi Waktu dan Biaya, semangat, malas …..
    Selamat berkarya ………

  32. Ahmad Ocha says:

    Canon EF 15mm f/2,8 (Fish Eye) mau dilepas gak om ?

  33. This is very interesting, You are an excessively professional
    blogger. I have joined your rss feed and stay up for in quest of more of
    your excellent post. Additionally, I have shared your website in my social networks

  34. Yeka says:

    menarik sekali artikelnya om, kirain bakal ngalamin dslr legendaris nikon d90 lalu d300 dan pro nya nikon. mantab lah, yang penting memaksimalkan apa yang kita punya. Jangan putus asa karna kamera yg mampu kita beli baru sebatas kamera pemula. semua berawal dari Nol, kita akan tau apa kekurangannya dan harus gimana. salam sukses buat kita semua

  35. ricky says:

    Wih, infonya mantap banget baru tau dunia fotografi seperti ini ternyata jadi lebih tau nih tentang lensanya, gak sia sia baca sampe kelar. ajib dah blognya

  36. irfan says:

    Gokil mas hasilnya

  37. irfan says:

    mantap info pada artikel nya. membantu

Leave a Reply


9 − 3 =