September 14, 2011 4

Kertosono – Yogyakarta via Pacitan

By in Blog, Trip

Siapa yang menyangka perjalanan pulang ke Jogja di hari lebaran kemaren menjadi rekor menyopir terlamaku sekaligus sarana menguji ketahanan mobil dalam melalui medan yang berliku dan menanjak (sekaligus terjal di beberapa sisi). Bagaimana tidak, Kertosono – Jogja yang biasanya hanya 5-6 jam dengan jalur ngawi-solo kali ini mencapai kisaran 14jam an!

Agak nekad sie awalnya.. berawal dari tergiur postingan di situs fotografer.net dengan judul Pantai Klayar antara kenyataan dan imajinasi . Menurutku judulnya agak lebay kalo pantai nya tidak benar benar buagus! Tapi setelah browing di isi thread, ternyata emang indah..terlebih  bagi saya yang emang sebelumnya jarang banget berpergian (bahkan ke Bali saya belum pernah.. ) pantai pasir putih dengan suasana masih sangat alami memang menggoda. Apalagi kalau bukan untuk hunting foto ;p

Kesempatan ada ketika saya merencanakan untuk balik Jogja. Daripada melalui perjalanan yang itu itu aja, pengen sedikit memenuhi hasrat berpetualang. Toh juga ada GPS yang siap memandu ke mana aja. Kebetulan dulu sempat ngecek di peta ternyata jarak sepertinya hampir sama, hanya bercabang ke arah beda. Jadilan memutuskan untuk belok ke kiri di daerah madiun menuju ke ponorogo.

Bersama si Fiko, temen SMA yang juga kuliah di Jogja, kami berangkat dari Kertosono jam 3 pagi. Perjalanan biasa saja sampai ponorogo. Hingga kami tiba di percabangan yang lumayan membingungkan.  GPS menujukkan bahwa kami harus jalan lurus, sedangkan pada papan petunjuk arah mengatakan bahwa Pacitan sejauh 70km ke arah kanan. Sempat mencoba untuk mengikuti petunjuk arah dan melawan GPS. Namun rupanya GPS rewel terus menyuruh kamui untuk putar balik. Kesimpulan sementara, jalur ini jauh lebih jauh dan mungkin merupakan jalur untuk truk dan bis.

Setalah saya cek di komputer ternyata memang kedua jalur ini menuju ke titik temu yang sama.


Jadilah kami memilih rute yang disarankan oleh GPS, bagaimanapun ni GPS yang kita andalkan untuk menuntun kita sampai tujuan hingga mencapai Jogja.

Awal perjalanan kami cukup impressed dengan medan yang kami lalui. Bagaimana tidak, selain medan yang tidak biasa, berliku liku dan menanjak (menurut saya cukup mengasyikkan dan menantang) pemandangan yang disuguhkan sepanjang perjalanan pun cukup indah. Bahkan semakin lama medan semakin ekstrim dengan tanjakan yang menurut saya mustahil untuk dilalui dengan bis atau mobil dengan tenaga yang kurang. Alhamdulillah, mode L pada Jazz cukup bertenaga dan tidak mengalami gangguan berarti.

Hampir 2 jam an kami melalui medan menanjak. Dan terus menanjak. Kami sempat heran tidak mungkin jalur antar kota dalam provinsi seekstrim ini. Kami benar benar merasa sedang mandaki gunung dengan mobil. Naik tidak ada habisnya. Pemandangan demi pemandangan indah pun kami lalui. Mulai dari sunrise yang terasa dekat banget, hamparan view sawah dan lembah yang luar biasa luasnya, hingga sampai pada hutan pinus yang masih berkabut di pagi menjelang siang!. Di ketinggian berapa sebenernya kami ini? Setelah sampai di rumah dan mengecek kembali di komputer, inilah sedikit petunjuk..


Gak ada yang nyangka kami sempat berada di ketinggian 1100m di atas permukaan laut. Pantas saja hutan yang kami lalui tidak biasa. Indah banget. Sangat hijau, rimbun dan sedikit berkabut. Ditambah sunrise jadi hiburan sekejab saat melakukan perjalanan ditengah tengah rasa penasaran akan sambutan apa lagi yang kita terima di tengah perjalanan ini..Sayang kami tidak sempat berhenti dikarenakan tidak ada tempat parkir di badan jalan yang bisa dimanfaatkan untuk berhenti.

Perjalanan berlangsung beberapa jam. Hingga akhirnya kami masuk di desa. Setelah meliuk liuk tanpa banyak orang, kini kami melihat banyak rumah di sekitar jalan. Sepanjang perjalanan semakin ramai ramai hingga akhirnya terlalu ramai..

Kami menyebutnya “Pasar PON Attack!” bahkan mobil kami dipaksa mundur untuk memberi jalan minibus yang mau lewat. Menyusuri pasar kami juga dipaksan untuk melewati jalur alternatif demi menghindari kemacetan. It’s OFF ROAD time!

Setelah perjalanan yang cukup melelahkan, sampai juga kami di Pacitan. Kebetulan lewat kota, jadi tidak melewatkan kesempatan untuk mampir di masjid Agung sekaligus numpang ke kamar kecil. Hehe..

Masjid ini sedang dalam proses pengerjaan. Entah baru dibangun atau renovasi but this should be a beautiful masjid.

 

Sampai sini dulu ya teman teman, next perjalanan ke Gua Gong dan Pantai Klayar. So stay tuned on cendhika.com/blog ;)

 

4 Responses to “Kertosono – Yogyakarta via Pacitan”

  1. difana says:

    fotonya pedot2… :(

  2. cendhika says:

    loh kok pedot pedot gimana?

  3. Risnadian says:

    wiiiih jalannya…bayangin jadi teringat pas nyaris kehabisan gas di tengah tanjakan ^^v

  4. YULI says:

    Yakan kalau arus mudik kita tidak bisa predksi kemacetannya karena banyak juga orang lain yang ingin mudik

Leave a Reply


2 + = 5