December 1, 2012 4

DSLR Photography, Above Trends!

By in Blog, Fotografi, Tips

Untuk ke sekian kali didaulat untuk mengisi seminar tentang fotografi. Kali ini permintaan datang dari Komunitas Multimedia AMIKOM. Ini untuk pertama kali nya saya menjadi pembicara untuk divisi Broadcasting. Tahun lalu permintaan datang untuk mengisi di divisi Desain. Maklum, saya adalah jebolan divisi Desain grafis KOMA dan kebetulan bidang desain adalah pekerjaan utama saya saat ini. Ketika mendapat permintaan mengisi untuk Fotografi di Divisi Broadcast, lumayan bingung juga untuk menyiapkan materi. Kalau berbicara basic teknik fotografi, rasanya itu itu saja. Dan mungkin sudah sering disampaikan di kesempatan lain oleh pembicara lain. Apalagi ini adalah Coaching Clinic. Bagi saya, Coach berkewajiban tidak hanya menyampaikan teknis, namun juga arahan non teknis. Akhirnya saya putuskan untuk memilih tema yang saya upayakan¬† aktual dan tidak terlalu banyak ngomongin teknis. Coaching Clinic Broadcast saya beri judul “DSLR Photography, Above Trends!”

Dari judulnya mungkin agak ambigu, trends? Yup. Fotografi saat ini udah jadi trend yang menjamur. Parameternya gampang, berapa banyak sekarang teman anda yang mempunyai kamera professional (dslr). Berapa banyak sekarang yang memenuhi album facebooknya dengan hasil karya jepretan. Berapa banyak remaja nenteng kamera sambil motret motret di event macam konser, dsb. Betapa maraknya dan membludaknya event event foto dan hunting bareng.

Fenomena maraknya fotografi dibarengi dengan trend yang muncul. Di media yang paling mainstream, facebook, foto foto yang paling marak adalah foto seputar wanita. Rupanya foto model menjadi trend yang kian menjamur. Maraknya event event foto mungkin juga menjadi faktor penunjangnya. Wajar sie, wanita memang menjadi obyek yang menarik untuk difoto. Hanya masalahnya sebagai orang yang memperhatikan trend, foto yang muncul tidak jauh berbeda. Model cantik (kadang sexy, kadang super sexy dan kadang seronok), dengan background yang blur (bokeh).

Apakah memang interestnya di bidang situ? Apakah sebuah Modus pendekatan? :D atau faktor lainnya? Hanya miris saja, untuk mengejar kualitas Bokeh dari foto, dengan rupiah yang di spent untuk investasi ke lensa yang super mahal, kualitas foto dari waktu ke waktu tidak jauh berubah. Lebih mirisnya lagi, dari foto foto yang tampil justru apreasiasi tidak tertuju ke fotografernya, namun ke model yang oke (boleh minta pin.BB ga?) atau mengagumi kualitas lensa mahalnya (mupeng).

Padahal, fotografi tidak hanya urusan bokeh, blur dan model cantik. Esensi fotografi adalah di pencahayaan. Lighting is the essence of photography. Di sini saya menyarankan untuk para fotografer yang sedang ingin upgrade baik perlengkapan maupun skill nya, untuk mempertimbangkan membeli perlengkapan lighting sederhana yang terjangkau daripada memaksakan untuk nebus lensa mahal hanya demi mengejar kualitas bokeh.

Dengan pemahaman lighting yang baik, foto foto dengan lensa kit pun akan menghasilkan hasil yang oke. Dan bahkan tidak akan ada yang menyangka anda menggunakan lensa standard. Bukankan kreatifitas biasanya tumbuh dari keterbatasan? :) Jangan heran ketika nantinya anda sendiri takjub dengan kualitas gambar yang dihasilkan dari kamera anda. Dari pengalaman saya memakai kamera, hasil foto terbaik yang mampu dihasilkan kamera adalah ketika kita megoptimalkan pencahayaan, menset ISO seminimal mungkin untuk detil pixel optimal, dan itu hanya bisa didapatkan dengan bantuan pencahayaan. Jadi jangan remehkan kemampuan kamera anda sebelum anda bermain lighting. ;)

Bidang fotografi lain yang bisa ditekuni selain memperdalam lighting adalah fotografi landscape. Bagi saya kepuasan paling maksimal dari berfoto ria adalah ketika kita mampu mengabadikan lukisan-Nya dengan maksimal dari yang kita bisa. Namun sayang nya gear landscape umumnya sangat mahal ditambah filter filter bereneka ragam yang kadang dengan harga yang tidak rasional untuk sebuah kaca. Namun ada solusi yang lebih terjangkau untuk mensiasati hal ini. Memaksimalkan post processing di komputer dengan bantuan software pengolah gambar. Terknik fotografi ini disebut dengan HDR. Lensa yang dipilih pun bisa lebih terjangkau. Lensa yang tidak kompatible dengan filter namun dengan harga yang jauh lebih murah namun hasil yang bisa diadu! :) Ulasan tentang HDR bisa di lain waktu. :D

ABOVE MAINSTREAM!

Jika bagi anda pencapaian dalam fotografi adalah sebuah matter. Maka untuk menjadi above mainstream ada dua hal yang efektif untuk meningkatkan pencapaian. Menjadikan fotografi sebagai “professional service” yang membuat orang pantas untuk membayar akan hasil karya anda akan menjadikan anda lebih dispilin dalam berkarya dan menjaga maupun meningkatkan kualitas. Cara kedua adalah mengukur standar kemampuan anda dengan cara sering sering mengikuti kompetisi fotografi. Banyak figur figur fotografer top yang barangkat dari sering memenangkan kompetisi. Hingga akhirnya dia dikenal dan mempunyai kualitas foto juara.

Being Popular and Trending!

Selain berkerja secara profesional dan sering mengikuti kompetisi, di era digital seperti sekarang ini ada banyak jalan untuk menjadikan diri kita mempunyai “influence”. Menjadi figur yang mempunyai influence (pengaruh) secara otomatis akan memberikan dampak positif untuk karir fotografi. Di industri kreatif seperti fotografi, tidak bisa dipungkiri cara orang mengapresiasi sebuah karya juga tergantung dari cara memandang “man behind the gun” . Sebuah foto yang dihasilkan oleh seorang Darwis Triadi akan diapreasiasi secara berbeda dengan foto seorang mahasiswa fotografi, walaupun secara teknis fotonya sama dari segi kualitas. Secara sederhana, influence bisa didapatkan dengan parameter social media. Anda bisa dikatakan figur yang mempunyai influence ketika jumlah like facebook, follower twitter, subscriber youtube mencapai angka fantastis.

Ada tips dalam rangka menambah influence kita di social networking.¬† Work the moment–>Doing it seriosusly–>Doing it by collaborating.

Masih ingat video oleh CameoProject dalam rangka Pilkada Jakarta? Cameo Project sukses memanfaatkan moment untuk menjadi trending di Youtube. Mereka secara sukarela membuat video klip campaign pasangan Jokowi Basuki yang dikemas dengan sangat apik dan profesional. Efek yang didapat? Social Buzz membuat mereka menjadi dikenal saat ini.

Selain memanfaatkan moment, untuk menjadi popular karya kita juga harus spesial. Kendala utama dalam berkarya biasanya adalah resource. Bagaimanapun fotografi tidak lepas dari object yang difoto itu sendiri dan segala macam perlengkapan property pendukungnya. Kekuatan akan menjadi lebih besar ketika kita mampu untuk berkolaborasi. Cari orang dengan interest sama untuk berkarya, kolaborasi dengan mereka, dan hasilkan karya bersama yang apik. What ever the reason, working together will be greater than doing it alone.

Sekian Tips dari saya. Menjadi above trend selain sebagai upaya peningkatan kualitas diri juga sebagai sarana untuk mengembangkan hobi dengan cara yang lebih progressif. Semoga bermanfaat! Salam Fotografi!

Tags: , ,

4 Responses to “DSLR Photography, Above Trends!”

  1. Teman Kita says:

    Keren nih presentasinya… :)
    Sampean ngisi ndik AMIKOM jam piro ya? Maeng aku kok g ngerti belas…
    *padahal dari pagi ngurus workshop PHP dikampus :3

  2. cendhika says:

    Halo mif, jam 12:30 tadi mulainya :D di gedung baru.

  3. next time semoga kampusku bisa di isi oleh mas kharisma *terutama tentang design ! amin.

  4. Ruli A says:

    Materi HDR nya d tunggu OM Chen

    Like Posting :)

Leave a Reply


3 + 8 =