January 6, 2013 2

Wisata Jeep Merapi

By in Blog, Fotografi, Trip

Holiday! Yak Hari minggu telah tiba. Saatnya untuk keluar rumah dan beranjak dari kursi kerja sembari menggerakkan badan biar segar. Seperti biasa, kegiatan keluar rumah hendak saya isi dengan kegiatan memotret. Hanya saja, kondisi cuaca hari ini kurang mendukung untuk hunting di pantai seperti biasa. Mulai dipikirkan alternatif lain sebagai tujuan mbolang kali ini. Kebetulan badan rasanya ingin untuk dipaksa bergerak lebih biar sehat. Akhirnya dipilihlah wisata Merapi Setelah mematikan komputer, mengambil kamera dan tripod, Saya dan ferian sepakat berkumpul di Rumah Bhaguz dan kemudian melanjutkan perjalanan ke utara menuju ke arah Kaliurang.(kebetulan Si Arya masih di surabaya dan si Andi, Khusnun tidak bisa ikut).

Well.. sebelumnya saya sudah pernah satu kali mengunjungi kawasan lereng Gunung Merapi. Kala itu dalam rangka berwisata bersama keluarga di Jogja. Tidak banyak yang kami lakukan kala itu, hanya berjalan menanjak di jalan aspal kemudian turun lagi. Dan ketika melakukan perjalanan kedua ini, saya sendiri ga yakin juga mau motret apa di sana. Hanya saja saya pernah mendengar di Lereng Merapi terdapat fasilitas sewa jeep yang bisa mengantar kita berkeliling lereng Gunung. Dan ternyata sesampainya di sana, ternyata sudah banyak yang berubah dari kondisi ketika saya kesana pasca erupsi kira kira 2 tahun yang lalu. Lereng merapi sudah mulai hijau dan banyak terdapat jasa keliling menggunakan jeep maupun sepeda motor trail dengan berbagai macam paket keliling. Awalnya kami belum berpikiran untuk sewa jeep. Tapi setelah kehabisan ide untuk mengisi kegiatan di sini, kami pun memutuskan untuk menyewa jasa jeep untuk berkeliling dengan biaya Rp 250ribu dengan durasi 1-1,5 jam.



Setelah menunggu adzan Dzuhur selesai dikumandangkan, Mas Eko (nama joki jeep yang kami sewa) mulai menyalakan mesin. Saya duduk di depan sedangkan Ferian dan Bhaguz berada di belakang. Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya mesin Jeep berhasil dinyalakan. Ketika mesin nyala, adrenalin udah sedikit terpacu. Bagaimana tidak, jeep yang kami tumpangi ini (jenis jeep willys) mempunyai bak terbuka yang suara raungan dan getaran mesinnya terasa jelas. Mas Eko, sopirnya pun terlihat lihai dan berpengalaman. Yang ada dalam benakku saat itu adalah “bakal seru nie kayaknya :D .. “

Ternyata dugaan kami tidak salah, wisata Jeep ini tidak sekedar wisata berkeliling untuk melihat lihat pemandangan pasca erupsi. Namun juga wisata badan Goncangan kekiri dan kekanan. OFF ROAD bgt! Walaupun saya beberapa kali ikut Om yang punya hobi yang sama, yakni off road dengan mobil hardtop, tapi berkendara dengan mobil bak terbuka dengan medan yang bener bener cadas itu sensasinya tersendiri! LAKI deh pokoknya! RAWWW

Kelihaian Mas Eko sang joki Jeep patut diacungi jempol! Entah karena udah hapal medan atau emang udah terbiasa mengoperasikan mobil off road macam gini, mengendara jeep rasanya kayak naik roller coaster (oke.. ini lebay). Dan yang bikin kami seneng adalah mas Eko ini tau bener kalo kita mau foto foto dan always menawarkan untuk berhenti di spot yang bagus untuk kemudian mempersilahkan kami hunting gambar.

Spot pemberhentian kami yang pertama adalah bekas sungai yang dulunya menjadi aliran lava dari merapi. Kondisinya cukup eksotis, jalan yang berbatu dengan badan jalan yang cukup lebar. Alhamdulillah kondisi mendung, jadi kami tidak kepanasan.

Ternyata selain pantai mengemudikan jeep, joki kami juga lumayan bisa mengoperasikan kamera. Mungkin sudah terbiasa dimintai bantuan tamu nya untuk memotret, jadi gaya Mas Eko ketika memotret sudah seperti fotografer professional. Beberapa kali dia memotret kamu dengan angle yang berbeda tanpa kami suruh. Walaupun ada beberapa yang miss fokus tapi oke lah.

Spot kedua kami berfoto masih di jalan yang sama, hanya kami menemui sebuah kayu besar di tengah jalan yang kayakknya eksotis.

Sampai di spot berikutnya, tempat ini diberi nama Batu Alien. Konon ada batu besar yang menyerupai wajah orang (tapi kok namanya alien ya). Kami tidak motret batu tersebut karena udah dikerubungi orang yang ingin berfoto bersama batu raksasa. Mas Eko menawarkan untuk memarkir mobilnya tepat di ujung tebing dengan posisi roda naik ke batu. Lumayan puas juga dengan hasil jepretan ni orang. Inisiatif nya untuk motret agak low angle malah bikin foto kita bertiga nampak simple dengan background langit polos. Good Job Man!


Makin lama cuaca makin mendung. Spot berikutnya adalah tempat bunga edelweis. Penasaran juga dengan bunga yang konon hanya bisa tumbuh di daerah dataran tinggi ini. Namun sayang, bunga tidak boleh dipetik. Padahal mau kasih oleh oleh buat seseorang (sok duwe pacar).

Spot berikutnya kami berhenti di sebuah bekas pohon yang sudah mati. Kondisi cuaca udah mendung banget. Bahkan foto ini diambil ketika gerimis sudah turun. Akhirnya hanya sempat mengambil foto si Bhaguz karena sesaat setelah foto ini diambil hujan turun cukup deras. Padahal menurutku ni foto drama banget!


Spot menarik berikutnya adalah museum rumah merapi. Konon di rumah bekas korban erupsi ini terdapat barang barang bekas terbakar dari wedhus gembel (awan panas). Namun sayang kita tidak bisa turun karena hujan makin deras.

Well, sekian perjalanan kami dari menyewa jeep untuk berkeliling lereng gunung merapi. Bagi temen temen yang ingin sensasi offroad di situs bekas bencana alam, wisata jeep ini layak dicoba. Sebenernya masih ada lagi beberapa paket wisata yang ditawarkan, seperti sunrise 450ribu dan sunset, maupun rute yang lebih jauh dengan harga yang lebih mahal. Next time, layak juga untuk dicoba :D .

dan.. Ups, kami lupa motret landscape gara gara asyik foto foto ga jelas. wkwkwk . Semoga bermanfaat!

2 Responses to “Wisata Jeep Merapi”

  1. YULI says:

    sebenernya dari dulu pengen kesini tapi ga pernah kesampaian

Leave a Reply


× 8 = 32