February 1, 2013 3

Seminggu di Bali (7th Day)

By in Blog, Trip


Literally, this was our last day from a Week in Bali. Tapi sebenarnya kita masih punya 2 hari lagi di Bali. Karena seminggu traveling maksudnya 7 malam, 8 hari. Tapi memang hari ini adalah hari terakhir kita stay di Hotel. Karena kita hanya booking 3 hari di masing masing hotel yang kita tempati. Oh Ya, sebelumnya saya blm kasih tau kalo kita nyasar ketika perjalanan pulang dari Danau Batur. Simple sie penyebabnya, karena kita terlalu antusias untuk berangkat dan sampe lupa untuk store location hotel tempat kita nginap di GPS! Alhasil ketika perjalanan pulang dari hunting sunrise kemaren, kita bablas jauh nyasar sampe daerah Tegallalang. Tapi ternyata nyasar kemaren juga membawa hikmah. Kita jadi tau daerah terasering di Bali. Tepatnya di daerah Ceking, Tegalallang. Viewnya dahsyat! dan memang sudah jadi semacam daerah wisata yang menwarkan view terasering. Cuman sayangnya pas perjalanan kemaren, badan (baca:pantat) udah lumayan pegel bukan main. Jadi, sunrise keli ini kita niat untuk hunting sunrise ke sana. Setelah siap semua dan tidak lupa store location GPS, kami pun berangkaat!

Daerah Ceking sebenarnya hanyalah daerah dengan salah satu ruas jalannya menghadap ke lereng dengan pemandangan sawah terasering. Hampir semua ruas lereng sudah disulap menjadi cafe. Karena kami datang pagi pagi, sudah bisa dipastikan cafe masih belum buka. Sialnya, akses menuju ke teras cafe di mana kami bisa menikmati pemandangan tertutup gara gara di kunci oleh pemiliknya. Alhasil kami harus menyelusuri satu demi satu cafe yang jalannya tidak dikunci.

Alhamdulillah nemu salah satu yang tidak ditutup sama pemiliknya. Viewnya lumayan oke. Sebenernya ingin juga untuk timelapse matahari terbit dari sini. Hanya saja rupanya langit polos tanpa awan, timelapse pun mungkin menjadi kurang dramatis tidak seperti yang diharapkan.


Alhamdulillah, punya juga stock photo terasering. Walaupun langitnya flat banget tapi lumayan dapat sunrise yang cerah. Dari sini kami masih bingung ingin pulang atau lanjut menuju tempat wisata lain. Dari GPS tempat wisata terdekat yang rada oke adalah Istana Tampak Siring. Namun jarak nya adalah sekitar 30km an dan kita juga masih belum yakin akan lokasinya. Belum lagi jam 12 kita harus check out. Daripada kecapekan dan telat check out, kami pun segera pulang ke hotel untuk packing.

Di hotel sekitar pukul 11, Mas Ngurah jemput kita pake mobil. Rencananya malam ini kita akan nginep di rumah mas Ngurah. Saya dan mas Ngurah di Mobil sedang si Bhaguz bawa motor.


Rumah Mas Ngurah berlokasi di Denpasar. Jaraknya cukup lumayan sekitar 1jam perjalanan. Dalam perjalanan kita melewati Alun Alun Denpasar yang terdapat Tugu Landmark kota Denpasar. Ternyata rumah Mas Ngurah tidak jauh dari kawasan ini. Setelah sampai rumah Mas Ngurah kita lantas beres beres dan istirahat sebentar (wow rumahnya gede bo!)


Keluarga Mas Ngurah punya usaha Rumah Makan, namanya Jeruk Manis (Jerman). Lokasi nya ga jauh juga dari rumah. Berhubung kita belum makan siang, Mas Ngurah ngajak untuk Makan di rumah makannya. Tanpa Ba Bi Bu.. langsung cussss..!

Menu utama di Rumah Makan ini adalah Nasi Campur Bali. Pengunjung bisa memilih ingin dengan Bahan Dasar ayam atau Babi. Awalnya agak gimana gt makan di Rumah Makan dengan salah satu menunya adalah Babi. Tetapi setelah Mas Ngurah meyakinkan kalau di rumah makannya semua makanan dipisah termasuk cara pemasakannya. Saya dan Bhaguz jadi lega dan langsung order :P Nasi Campur Ayam khas Bali siap disantap :D

Dari lihat penampakannya, nasi campur bali ini cukup unik. Yang pertama jelas karena belum pernah liat menu kayak gini sebelumnya. Yang kedua ayamnya komplit banget. Ada kurang lebih 5 jenis masakan ayam yang berbeda tumplek blek dalam satu menu plus sayuran kacang panjang yang dimasak bumbu. Rasanya? hmm.. Bayangkan 5 jenis masakan ayam berbeda dalam satu kunyahan. Semua masakan ayam dengan cara pemasakan dan bumbu dengan bahan dasar yang relatif berbeda nyampur jadi satu! So Tasty! Apalagi di sela sela makan kita nyruput kuah ayam yang juga dihidangkan bareng. Srupp.. hmmm! Nagih!!

Siang hari nya kita janjian dengan Mbak Mugi, temen Bhaguz, anak MCI Surabaya yang kebetulan juga lagi ada di Surabaya. Memang unik juga acara di Bali kali ini. Kebetulan ada beberapa orang yang kumpul. Semacam mini gathering multi regional nya MCI yang tidak terencana. Saya sendiri juga bersyukur bisa nambah temen baru.

Mbak Mugi ini lulusan STIKOM yang sekarang kerja di PT Liek, kebetulan dia lagi ada project di Bali dan nginep di Hotel Harris deket Kuta. Kebetulan kita juga lagi pengen jalan jalan di Bech Walk nya Kuta, jadinya kita janjian di Harris kemudian lanjut jalan di Beach Walk.

Beach Walk adalah kawasan pusat perbelanjaan dan cafe (mall) yang terletak di depan pantai Kuta. Berbeda dengan pusat belanja lain, Beach walk menawarkan atmosphere yang semi terbuka, namun masih full AC. Ga bisa dibayangin deh betapa borosnya pengeluaran ni Mall untuk mendinginkan sesuatu yang terbuka. Karena posisisnya deket pantai, maka ga jarang kita temui orang habis dari pantai kemudian nongrong di mall. Orang orang masih pake bikini yang belanja/makan di mall merupakan pemandangan yang lumrah. Coba kalo kita telanjang dada pake sandal jepit masuk Ambarukmo Plaza, yang ada diseret satpam karena dikira orang Gila.

Di Beach Walk kita mampir nongkrong di Salah Satu cafe. Cuman buat pesen minum aja sie. Walau gitu ga usah kaget kalo harga jus jeruk aja nyampe 38 ribu belum termauk pajak. Hadewww…

Selesai bercanda dan ngobrol ngobrol kita nganter Mbak Mugi balik ke hotel dan lantas pulang. Kami tidak bisa berlama lama karena malam harinya Mas Ngurah akan tampil bersama teman temannya dalam acara pementasan di SMA 1 Denpasar. Mas Ngurah memang tergabung dalam kelompok theater di sekolah SMA nya dulu. Bahkan bersama kelompoknya, mereka pernah mewakili Denpasar dalam kejuaraan musikalisasi puisi tingkat nasional dan berhasil menyabet juara 3. Keren juga :D . Dan yang lebih keren lagi, ternyata solidaritas dan kekompakan mereka tetap terjaga selama bertahun tahun. Buktinya setiap tahun mereka tidak pernah absen dan masing masing anggotanya pasti menyempatkan untuk balik ke Bali untuk latihan dan tampil di acara pentas seni tahunan di SMAnya. Sungguh sebuah jalinan kekompakan yang patut dijadikan contoh :D

Penampilan Mas Ngurah cs malam itu sungguh menawan. Di samping saya yang memang jarang sekali lihat pementasan semacam ini, terlihat jelas kekompakan, keseriusan alumni dalam mengemas sebuah persembahan apik kepada almamater. Jempol! Bisa ga ya alumni SMA ku kayak gitu..



Oh ya, sebelum lihat pementasan Mas Ngurah, kita diajak makan malam di “sego kucing”nya bali. Ternyata di tempat yang mayoritas makannya serba mahal ini masih juga ada nasi kucing. Namanya Nasi Jinggo. Seperti layaknya makan nasi kucing. Nasi Jinggo ini udah dibungkus kecil kecil. Cuman kalo di Angkringan biasanya nasi ditaruh di gerobak. Ini nasi ditumpuk jadi satu di sebuah kerangjang rotan gede! Harganya? Makan 2 nasi Jinggo tambah teh anget plus krupuk dan kripik usus cuman 10 ribu!

Selesai nonton Mas Ngurah kita lantas balik pulang dan Nginep di rumah Mas Ngurah, esok hari kita niat untuk Hunting Sunrise di Pantai Sanur. Stay Tuned! ;)

Tags: , , , , ,

3 Responses to “Seminggu di Bali (7th Day)”

  1. mantap, lanjutkan cen.. :D
    eh ada sdikit salah tulis kayaknya hehe.. :

    Siang hari nya kita janjian dengan Mbak Mugi, temen Bhaguz, anak MCI Surabaya yang “kebetulan juga lagi ada di Surabaya”.

  2. cendhika says:

    oh iyaa.. thanks Aci! :D

  3. deenieka says:

    Kayake SMA kita alumninya dah gak tau ke mana. Lagian gak ada teater juga kan yak.. hehe.. :p

Leave a Reply


7 − 5 =