March 2, 2013 3

Lomba Foto Melia Laundry Sencaki Offroad Jogjakarta

By in Blog, Fotografi

Kalah lagi..

Bukan lagi nyesel karena kalah lomba lagi. Alhamdulillah.. Dalam lomba foto yang baru saja saya ikuti ini, saya masih dapat juara harapan 1 . Ikut lomba foto memang jadi semacam benchmarking seorang fotografer. Terlepas dari menang kalah dalam kompetisi. Perlombaan sebenarnya ada dalam diri sendiri, bagaimana mengukur kemampuan dalam menerjemahkan tema yang kemudian di visualisasikan dalam kemampuan menangkap moment dan menyusun komposisi serta segi teknis lainnya. Naif banget kalo merasa puas dalam kemampuan fotografi kita, hanya karena sering mendapat banyak pujian dan likes di facebook karena banyak kawan. Namun kemampuan fotografinya tidak cepat dan banyak berkembang alias stagnan karena mudah puas. Dalam sebuah ajang kompetisi, Juara 1 jelas yang paling mampu memvisualkan ide tema. Namun dalam lomba kali ini, meskipun saya masih mendapat juara harapan,saya merasa kalah sejak awal proses. Sebaik baik nya saya berusaha mungkin output yang dihasilkan bukan output foto juara. Semoga pengalaman saya berikut bisa bermanfaat untuk temen temen yang mungkin mengikuti lomba serupa.

Well.. foto bagaimana yang juara? menurut persepsi saya, foto yang juara adalah foto yang kreatif dan berbeda. Dengan angle dan komposisi cerdas yang tidak pasaran, serta faktor x lainnya yang mungkin membuat foto jadi berbeda dan layak juara. Itulah juga yang sering ada di benak saya ketika mengikuti lomba foto. Foto yang berbeda mungkin bisa didapat dengan framing yang oke(memotret dari sela sela batu, daun yg lubang, dll), permainan teknik fotografi yang advanced (seperti 2nd curtain, slowspeed, zooming blur, strobist, dll), komposisi yang unik ( seperti bermain refleksi, lensa fish eye, ultra wide, foreground bokeh dll) ,angle yang ekstrim (frog view, bird view), dan pesan yang cerdas (seperti juxtapositioning, moment yang langka). Itu adalah konsep yang saya dapat dari beberapa lomba foto yang saya ikuti sebelumnya. Karena itulah dalam lomba kali ini saya mencoba mengaplikasikan hasil evaluasi lomba lomba sebelumnya. Dikarenakan matahari sangat terik, saya bermaksud untuk fill in model sekaligus membuat foto lebih dramatis dengan bantuan strobist. Saya membawa sebuah flash+tripod dengan triggernya. Ternyata hanya ada satu dua peserta lain yang memakain srtrobist. Sedang lensa saya memilih lensa ultra wide agar foto lebih dramatis lagi dan foto tampak berbeda (karena banyak peserta yang menggunakan lensa fix medium dan lensa tele(??!)). Oh Ya, lomba foto yang saya ikuti kali ini adalah lomba foto yang diadakan Melia Laundry dalam launching team off road mereka. Temanya dalah “Beauty and Sport”. Jadi Obyek adalah model cantik dan mobil offroad garang. Agak susah juga pake lensa ultra wide dalam motret rame rame gini. Apalagi peserta lain akan mencak mencak apabila kita nekad dekat dengan model. Alhamdulillah dalam beberapa kesempatan, dapat spot yang memungkinkan motret dari jarak dekat dengan flash yang tepat.

*beberapa bagian foto saya blur demi postingan ini layak dibaca semua umur dan golongan hehe

Personally saya puas dengan nuansa drama dari foto yang saya dapat. At least saya bisa yakin bahwa tidak banyak peserta yang menangkap obyek seperti saya. Nominasi juara yang berjumlah sekitar 40 an foto kemudian ditampilkan. Alhamdulillah kedua foto saya masuk semua. Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi foto bebas dimana model sudah tidak lagi memakain pakaian kaos melia offroad. Saya memilih untuk duduk dan ngobrol dengan Bang Yanto, temen yang dulu ketemu di lomba foto di La kana semarang. Seorang pecinta lensa Manual yang dikombinasikan dengan body monster EOS 1D. Di tengah tengah pembicaraan, saya mendengar perbincangan salah satu panitia dengan panitia lain sambil menunjuk sebuah foto, yang ternyata foto saya. Katanya foto saya oke, dia suka komposisinya, langitnya juga dapet (jelas karena saya menggunakan teknik strobist). Tapiiiā€¦ (deng deng.. tapi nya ini bikin deg deg an) kurang nya cuman satu. Tidak nampak logo melia nya.Dan dia bilang itu PENTING dalam lomba. Damn!. saya baru sadar. Bener juga. Ini foto yang ngadain melia. Dan jelas melia laundry juga berkepentingan untuk melihat branding nya terpampang di foto jepretan peserta. Sedang foto saya, nyaris mengeliminasi logo melia yang ada di bodi samping mobil. Langsung deh pesimis. Dan kemudian saya sadar juga. Kompetisi ini juga mungkin bertujuan untuk mencari foto yang akan digunakan melia sebagai materi stock foto publikasi ke depan. Foto yang terlalu unik dan tidak wajar jelas tidak akan terpakai. Dan dewan juri selain dari Fotografer.net (bang Kristupa Saragih) juga dari pihak Melia. Hmm.. jelas tidak berharap banyak dari lomba kali ini.

Pengumuman pemenang tiba. Juara harapan II dibacakan. Muncul peserta dengan foto dengan angle yang rada low dengan mobil yang nampak jelas dan model naik di atas kap plus logo melia nampak jelas!. Damn.. foto gua ga ada yang nampak logonya -_-. Juara harapan I dibacakan. Dumulai dari tiggaaaaa.. kalau udah gini bisa tiga belas , tiga puluh, tiga ratus, tiga ribu, dst atau tiga saja.. eh ternyata tiga belas. Alhamdulillah no ku muncul. Ga paham juga foto mana yang masuk. Rupanya juri masih memandang foto ku layak jadi harapan. Syukur deh.. ga sia sia motret hari ini. :D . Ternyata foto tanpa logo masih tolerable untuk jadi harapan. Skip skip, sampai saatnya pada juara pertama. Sangat penasaran akan foto yang muncul menjadi juara pertama. Dan inilah foto nya.

Untuk juara pertama, dewan juri yang diwakili Bang Kristupa memberikan penjelasan tentang foto tersebut dan mengapa juri memilih foto tersebut menjadi juara. Bang Kristupa mengatakan bahwa foto ini adalah foto yang paling sempurna dibanding foto lainnya. Dimulai dari komposisi nya. Dikarenakan ini adalah lomba foto model dan mobil. Maka fokus dari lomba hendaknya adalah menangkap foto model dan mobil secara sempurna. Banyak peserta yang terlalu fokus pada model sehingga mobil terabaikan. Mobil sebaiknya terlihat utuh mendampingi model. Kemudian Bang kristupa membahas keadaan ambient light ketika lomba. Dikarenakan kondisi cahaya yang sangat terik ketika lomba. Banyak peserta yang kurang mampu menangkap langit dan obyek secara sempurna. Kebanyakan peserta fokus pada exposure model sedang detail langit loss. Ada yang menjaga detail langit, namun obyek menjadi under. Bang kristupa mengarapkan foto yang tampak sempurna expsosurenya sehingga detail mobil dan model nampak secara keseluruhan. Dari semua kriteria tersebut foto saya tidak masuk semuanya. Saya kurang mampu menangkap detail mobil, dari segi ambient light, saya kurang mampu menjaga detail mobil kembali dan hanya memfokuskan lighting ke model (niatnya agar dramatis namun ternyata malah menjadi kekurangan).

Alhamdulillah banyak pelajaran dari lomba foto kali ini. Lomba foto tidak identik dengan foto yang beda dan drama. Ada kalanya lomba foto yang menitik beratkan pada kesempurnaan foto dari untuk kepentingan stock. Terlebih untuk lomba foto yang diposonsori merek tertentu. Tidak selamanya foto yang berbeda yang baik. Tantangan berikutnya adalah membuat foto yang sempurna. Berbeda karena pendekatan kesempurnaan dan tidak neko neko. Dari segi teknik dan message. Congrats untuk juara. salut!

3 Responses to “Lomba Foto Melia Laundry Sencaki Offroad Jogjakarta”

  1. rendy says:

    hmm… bner jugak ya…
    Lomba foto model dgn mobil.. maka mobil & model kudu terlihat smpurna..

    tapi punyamu gak kalah bgus kok.. anglenya unik.. hehhe..

  2. Wiiiih, foto juara ini harusnya. :D

  3. fauns says:

    ko mbok blur to mas broo buat cuci mata ihi

Leave a Reply


+ 4 = 10