March 3, 2013 17

Peluang Kerja dan Tips Sebagai Digital Freelancer

By in Blog

Ingin jadi Guru biar pinter, Ingin jadi Polisi Biar bisa nangkap penjahat, Pengen jadi pilot biar bisa terbang, Pengen jadi dokter biar bisa nyembuhin orang sakit!… Sederetan profesi yang mungkin salah satunya anda sebut ketika masih duduk di bangku TK atau SD. Dari sekian banyak kalimat yang muncul oleh celotehan anak usia di bawah 10 tahun tersebut pernahkan anda mendengar mereka mengucapkan “Ingin jadi freelance biar bisa kerja dari rumah”, “ingin jadi freelance biar bisa kerja santai”, “pengen jadi freelance biar bisa nonton film kartun tiap pagi??” Jangankan anak kecil, orang dewasa saja terkadang masih tidak langsung paham ketika dihadapkan dengan istilah freelancer.

“Libur Mas?” sebuah kalimat sederhana, namun cukup “terasa” dari tetangga yang langganan mengucapkan kalimat itu ketika melintasi kamar. Bukan apa apa sie, cuman kebayang ga gimana rasanya ketika kita lagi posisi ngejar deadline, mengerahkan segala kreativitas dan upaya (bahasa lebay nya sampai “berdarah darah”) tiba tiba orang samping rumah dengan santai lewat sambil say hallo sama orang yang dipikirnya lagi santai libur di kamar “mainan” komputer. Hmm.. mereka ga salah, kebanyakan orang berpikir bekerja itu ya keluar rumah, ngantor, berangkat pagi pulang sore atau buka toko, buka bengkel atau apa kek. Di rumah di depan komputer itu mungkin bagi banyak orang adalah seperti tidak bekerja. Dan memang saat ini cari kerja dirasa susah. Katanya……

Freelancer, istilah yang sudah cukup lama ada namun masih belum banyak orang yang betul betul mengerti dan paham. Hmm.. freelance sebenernya bukan jenis pekerjaan. Freelance lebih tepatnya adalah cara melakukan pekerjaan. Ada yang full time, ada yang outsourcing dan ada yang memilih menjadi freelance. Hanya tidak semua pekerjaan bisa dikaitkan dengan istilah freelance. Tidak ada tentara freelance, apalagi presiden freelance :D .

Freelance jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia bisa berarti kerja lepas. Lepas berarti tidak terikat. Bisa menjadi kehendak pekerja sendiri karena tidak ingin diikat atau bisa cara perusahaan untuk menghindari kewajiban yang mungkin harus dikeluarkan jika mempekerjakan karyawan secara tetap. Mulai dari buruh bangunan sampai seorang pengacara dengan pendidikan setinggi langit pun bisa menjadi freelance.Dari sini bisa diketahui bahwa dunia freelance sebenarnya sudah akrab di sekitar kita, hanya saja jarang orang menyebut dirinya sebagai freelance seutuhnya.

Digital Freelancer
Era digital bisa dikatakan era kebangkitan freelancer. Bahkan bisa dikatakan freelancerlah yang paling diuntungkan dengan kemudahan akses informasi dan berkomunikasi saat . Bahkan jika dibalik, perkembangan dunia digital lah yang membuat banyak orang tertarik untuk menjadi freelancer secara digital. Dari yang awalnya mungkin iseng iseng menjadi sumber pendapatan yang bisa diandalkan. Dari yang awalnya dibuat sampingan menjadi mata pencaharian utama bahkan sampai rela melepas status kerja tetapnya demi pekerjaan yang lebih bebas dan mungkin penghasilan yang lebih menjanjikan. Sounds interesting bukan? :D

Seperti yang udah dibahas sebelumnya. Awal dari freelancer biasanya iseng iseng. Coba coba mencari uang dari internet. Bukan terus berarti internet kasih kita duit, atau internet bagaikan padang pasir dengan harta tersembunyi yang siap digali. Tapi internet yang memangkas batas ruang dan waktu yang mempertemukan klien dengan pekerja. Internet yang menjadi media pengiriman hasil kerja ke klien. Bahkan Internet pula yang memfasilitasi pembayaran dari klien ke pekerja. Loh emang siapa tuh orang yang bayar kita di internet? Siapa yang kira kira butuh jasa kita di internet? Jawabannya banyak dan pake banget. Dan mostly emang orang di luar sono. Eh wait. berarti bayarnya pake dollar donk.. Yes.. and I think u got the idea :) Jadi selain karena teknologi informasi yang semakin berkembang dan makin accessible, magnet digital freelancer yang utama adalah adanya kesempatan untuk bekerja dengan apresiasi dan “kurs” yang lebih tinggi :D . Bagaimanapun $1 = Rp 9000-an. Kalau diitung “nol” nya lebih banyak.. :P . Oke.. dari segi pekerja jelas menjanjikan dengan bonus beberapa “nol” di belakang, but bagaimana dari sisi klien. Well.. dengan mencari pekerja di internet, berarti klien yang mostly berasal dari negera maju mendapat kesempatan untuk memperoleh pekerja dengan rate yang lebih murah di sisi mereka “yang ternyata” bagi orang di negara berkembang sudah cukup lumayan bahkan lebih dari standard gaji tetap di Indonesia. Bahkan saat ini banyak pekerja pekerja komputer di negera maju sono yang kesulitan mencari kerja gara gara mostly klien di sono lebih milih memposting pekerjaan di internet dan mempekerjakan pekerja dari negara berkembang dengan rate yang lebih murah daripada mencari pekerja lokal dengan standard rate yang lebih mahal dengan hasil yang bisa dikatakan sama bahkan belum tentu lebih bagus. ckckc.. ga tau deh harus seneng apa prihatin :3.

Dibanding bidang lain, bidang desain visual relatif lebih mudah untuk dimulai. Dan sepertinya menjadi bidang yang paling diuntungkan dengan exposure informasi di dunia internet. Internet ibarat sebagai ruang pameran raksasa dengan potensi pemirsa jutaan dari seluruh dunia. Dengan rajin memasang portfolio kita di internet (deviantart, behance, 500px, dll) jangan kaget kalau tiba tiba ada pekerjaan datang sendiri ke kita. Banyak desainer grafis yang masih enggan (malas) mengupload dan mempublish pekerjaan mereka di internet. Padahal potensi nya sangat besar. Mempublish portfolio di facebook tidak cukup untuk membuat karya kita bisa ditemukan orang yang mungkin tertarik mempekerjakan kita, karena konten di facebook tidak terindex di searching engine macam Google. Dimana jutaan orang dari seluruh dunia menggunakannya. Jadi bagi yang sudah memiliki karya, jangan malas untuk rajin mempublish portfolio. Potensi pekerjaan dari klien dari seluruh dunia dengan apresiasi yang lebih tidak akan menghampiri kita apabila mereka tidak pernah melihat karya kita.

Lantas bagaimana jika masih belum punya portfolio? atau sudah punya portfolio tapi masih belum yakin dengan kualitas karyanya. Atau bahkan masih awam dengan dunia desain namun ingin mencoba peruntungan di bidang ini. Hmmm.. ada solusiya :) Beruntung karena dunia desain tidak begitu sulit untuk dipelajari. Belajar software pengolah gambar pun tidak sesulit mempelajari aplikasi pekerjaan kantor atau software lainnya seperti pemrograman. Karena bidang desain is about taste dan sense of art. Dimana mungkin hanya dibutuhkan sedikit pancingan untuk memunculkannya. Nah untuk memulainya, bisa mencoba peruntungan di situs kontes desain seperti 99designs.com, crowdspring.com. logotournament.com, dll. Situs dengan konsep crwodsourcing seperti ini memang menjadi alternatif untuk mencoba peruntungan di dunia desain namun masih belum memiliki portfolio. Selayaknya lomba desain, kita hanya perlu membuat karya sesuai dengan brief yang disediakan kemudian mengirimkannya. Hmm.. sounds odds, right? kompetisi memang umumnya menjanjikan dengan hadiah yang besar. Namun apa bisa dijadikan mata pencaharian? Hmm.. ada benarnya jika kita menganalogikan dengan kontes desain lokal yang sifatnya insidental dan occasional. Namun bagaimana jika ternyata tiap hari ada kontes desain yang bisa diikuti, dengan jumlah ratusan, dengan range hadiah dari $200 sampai $XXXX ! Yak itulah yang terjadi di situs situs crowdsourcing. Ada ratusan kontes yang tersedia setiap harinya. Dari klien yang berbeda, hadiah yang berbeda dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Untuk langkah awal kita bisa mencoba mengikuti kontes dengan tingkat kesulitan eksekusi yang bisa dibilang tidak begitu sulit seperti logo. Bukan tidak mungkin bagi yang sebelumnya tidak pernah menggunakan software pengolah gambar sekalipun mampu membuat logo yang hebat dikarenakan kemampuan konsep nya yang matang. Selebihnya hanya butuh waktu mungkin beberapa hari untuk mengoperasikan fungsi fungsi standard yang cukup untuk membuat sebuah logo di komputer.Di awal awal mengikuti kontes mungkin kesempatan menang masih kecil. Kecuali memang sangat berbakat dan mampu memvisualkan ide yang cemerlang dalam sebuah karya desain. Mengikuti kontes desain adalah sebuat proses. Dan bisa dikatakan proses belajar desain yang paling cepat adalah melalui open kontes di internet semacam ini. Bagaimana tidak? bagi desainer yang masih awam, mengikuti kontes ibarat dihadapkan pada sebuah pekerjaan yang “real”, plus bonus kesempatan untuk belajar dari desainer desainer yang berpengalaman yang juga mengikuti kontes yang sama. Bahkan pada akhirnya juga belajar tentang desain bagaimana yang ternyata disukai klien. Sedikit demi sedikit memahami selera pasar. Ingat, desainer berbeda dengan pekerja seni. Keberhasilan seorang desainer adalah apabila mampu menyuguhkan konsep dan mevisualkan ide sesuai dengan yang diharapkan klien dan umumnya mengikuti trend dan selera pasar. Selebihnya hasil karya kita semuanya bisa kita gunakan untuk menambah portfolio kita yang sejatinya merupakan aset seorang desainer. Dengan rajin mengikuti kontes, bisa dipastikan kemampuan seorang desainer akan berkembang. Plus kesempatan untuk mendapatkan hadiah ratusan dollar :) .

Sebenarnya hanya dengan sering mengikuti ajang kontes di situs situs crowdsourcing sudah cukup membuat kita memiliki penghasilan menjadi seorang freelancer. Bayangkan saja, kalau setiap kontes memiliki reward minimal $200, sedang jumlah kontes setiap hari saja ada ratusan yang tersedia. Dengan kapasitas kita mengikuti kurang lebih 5 kontes setiap hari. Setiap bulan minimal memenangkan dua kali saja kontes dari kesempatan mengikuti ratusan, bisa dikatakan sudah cukup dengan biaya hidup di Indonesia (baca: berkali kali lipat UMR). Belum lagi kesempatan untuk memfollow up contest holder (penyelenggara kontes) yang biasanya masih memerlukan jasa lain dari sekedar logo seperti desian kartu nama, letter head, bahkan website.

Selain situs crowdsourcing sistem contest, ada lagi situs yang memfasilitasi freelancer dengan sistem bidding. Bidding tidak lain seperti aktivitas tender. Dimana pihak employer akan memaparkan spesifikasi jasa yg dibutuhkan, deadline dan budget yang disediakan. Sedang pihak worker (freelancer) menanggapi dengan memasang penawaran estimasi kerjaan berupa waktu, tarif, keterangan dan yang terpenting portfolio. Pada sistem seperti ini, freelancer hanya akan berkerja apabila penawarannya yang terpilih. Umumnya freelancer yang terpilih adalah yang memasang harga paling murah, waku pengerjaan tercepat dan portfolio terbaik. Tapi dengan reputasi yang tinggi (review dan rating yang tinggi karena sudah sering terpilih dan mendapat positive feedback dari klien) bukan tidak mungkin penawaran yang mahal yg terpilih karena jaminan kualitas. Beberapa situs bidding yang popluer seperti freelancer.com, odesk.com, elance.com, dll. Situs situs tersebut juga memiliki fitur masing masing dengan segala kelebihannya. Situs freelancer.com saat ini sudah merambah dunia kontes. Sedang odesk memberikan fasilitas kepada perusahaan yang ingin memperjakan freelancer sebagai worker dengan sistem kontrak. Dengan sistem kontrak gaji seorang freelancer ditentukan dari jumlah akumulasi jam kerja setiap minggu nya. Karena itu biasanya negosiasi antara freelancer dengan pekerja adalah pada rate/hour nya. Umumnya rate minimal adalah $10/hour. Jadi apabila estimasi kerja 5 jam setiap hari, dengan jumlah hari kerja 5 hari, maka setiap minggu freelancer bisa mengantongi $250/week. Yang berarti $1000/month. Cukup menjanjikan dengan jenis pekerjaan yang tidak memaksa kita untuk berangkat kerja pagi pulang malam setiap hari. Bahkan bangun pagi tanpa mandi dan sikat gigi pun seorang freelancer bisa memulai hari nya :P . Bahkan bila terjadi kecocokan, biasanya perusahaan akan mengupgrade kontrak nya dan menambah rate/hour untuk worker.

Selain terbukanya kesempatan menjadi active freelancer. Internet juga memungkinkan desainer untuk mendapatkan income secara passive dari desain. Jika keleluasaan untuk bisa bekerja dari rumah sudah cukup menggiurkan, bagaimana jadinya jika tanpa bekerja pun uang bisa mengalir dengan sendirinya? Bisa jadi impian semua orang. Eits.. tapi bukan berarti tanpa usaha sebelumnya. Passive income dalam desain bisa didapatkan dari aktivitas berjualan stock desain di internet. Baik berupa template, ornament, background, ilustrasi dll. Banyak situs yang siap menampung hasil karya desainer yang kemudian mereka jual. Nantinya desainer akan mendapatkan bagian dari penjualan tersebut. Sebut saja graphicriver.net, istockphoto.com, shutterstock.com, 123rf.com dll. Jelas usaha extra diperlukan di awal, namun setelah hasil karya kita siap dijual dan laku, desainer tinggal menikmati hasilnya :D .

Menjadi digital freelancer adalah sebuah alternatif di tengah sulitnya mencari pekerjaan. Padahal sejatinya pekerjaan bukan untuk dicari, tapi pekerjaan adalah untuk dikerjakan. Kenyataannya pekerjaan setiap harinya ada di internet. Yang perlu dilakukan hanya memulai dan memilih mana yang ingin dikerjakan. Memaksimalkan apa yang ada dan mulai berpikir lebih kreatif. Apalagi di tengah hiruk pikuk kota besar dengan segala kemacetannya karena jumlah penduduk yang makin banyak dan kendaraan yang semakin membludak.. Kalau sudah gini, apakah kita masih menggunakan internet hanya untuk bermain Facebook saja?

Tags: ,

17 Responses to “Peluang Kerja dan Tips Sebagai Digital Freelancer”

  1. Wah, mas, inspiratif banget ini. Jadi bungah rasanya. Makasih banyak mas! :D

  2. Wulan says:

    Yg di Paragraf kedua Ngalamin bangeet mas :D
    “Libur ya mbak??”
    Padahal lagi ngejar jadwal contest hehee

  3. Eka Machrudi says:

    ilmu baru mas.. Inspirasi banget.. ”sejatinya pekerjaan bukan untuk dicari, tapi pekerjaan adalah untuk dikerjakan”

  4. Wulan says:

    jadi tambah semangat di dunia digital freelancer mas :)

    Oya mas utk penambahan portofolio ni, skrg di 99 byk bberapa project yg NDA (Non-Disclosure Agreement) jadi qt ga boleh masukin desain qt ke portofolio.
    NDA itu untuk melindungi project si CH dari publikasi.
    kontes NDA kayaknya juga gk muncul mas di google search.
    bener2 terproteksi privacy-nya.
    Padahal sbenernya pgn bnyak2in portofolio, sperti yg mas bilang klo bsa krya qt bsa di publikasikan di google search.
    Klo seandainya ga ikut yg NDA sedangkan disana byk yg NDA n peluangnya byk disana mau ga mau ttep nyoba ikut jg mas. Hehe gmna itu mas? tp ya sbnernya klo bsa menang minta sama CH nya klo pengen di tampilin bisa si, tp ya ituu dia mas dijinin atau gk gitu :D

  5. annas says:

    INSPIRATIF mas.. selama mengikuti blog baru kali ini bener2 yang tanpa embel embel gambar atau video sedikitpun..walapun pada dasarnya saya belum begitu faham tentang dunia digital frelance tapi setelah baca ini merasa belum terlambat banget untuk mempelajari semuanya..
    “potensi pekerjaan dari klien dari seluruh dunia dengan apresiasi yang lebih tidak akan menghampiri kita apabila mereka tidak pernah melihat karya kita.”

    tidak malu” untuk uplod hasil karya lagi walapun masih merasa biasa biasa saja.. (Foto)

    thanks mas CENDHIKA!!

  6. cendhika says:

    @ryan : Sip, ayo semangat :)
    @eka : pinjam kata katanya Pak Idris itu kalo ga salah :D
    @Wulan : iya sering kok gt. Di tempat kerja juga ada yang gitu. Cari yang non NDA aja :D
    @annas : alhamdulillah..kamu berbakat nas.aku yakin kamu pasti bisa!

  7. antok says:

    dadi makin semangat kie bro,,, pengalaman tiap hari ditanyain “Libur to mas ??” yo padahal wis rumit juga bagi waktunya,,, hohohooh

  8. Ahmad Zeni says:

    Pengalamannya seru!… Terutama bagi yang bosan jadi pegawai… Tapi kalau bosan di bidang artistik beda lagi ceritanya ya? hehehe… Rasial mata uang, nikmat di dalam negeri susah payah untuk jalan-jalan ke luar negeri? Jasa desain atau seni memnag selalu terbagi dua tergnatung kliennya… Klien yang budgetnya terbatas(dari kelas menengah sampai warga miskin) sampai perusahaan besar berbudget besar tentunya. Tinggal memilih juga, ya… Tetap semangart!

  9. sutopo says:

    makasih mas infonya..
    kalau bisa tentang tutorialnya mas..
    hehe :D
    kalau bisa web design.
    yang dicari CH dalam web design apa saja…

  10. adi says:

    masih mending om klo coding ato design. lha kita tiap hari yg dipelototin facebook. lagi sibuk dagang dikira update status

  11. omsabr says:

    bagus tulisannya gan

  12. ajiib says:

    keren mas… baru kali ini baca postingan yang sepanjang ini,dan sampai selesai… inspiraif banget…

  13. mtaufiq says:

    hidup freelancer rata2 jadi kayak kalong. :D . mengalami

  14. makasih gan infonya

    salam spesial

  15. duniaku says:

    gmn ya cranya dapt proyeknya?

  16. Gereggi says:

    Mantap sangat menginspirasi.. Sekarang sedang saya jalankan nih mas, freelance yang lagi hot”nya karena perkembangan dunia website dan adsense..

  17. makasih mas ulasannya…bermanfaat sekali

Leave a Reply


4 − = 2