April 26, 2013 5

Upgrade!

By in Blog, Gadget

Nurutin teknologi emang ga ada habisnya. Perkembangannya cepet banget. Termasuk di dunia komputer. Berbeda dengan teknologi gadget macam hape, music player, headphone dll yang separuhnya juga udah condong ke trend, fashion dan lifestyle (yang bikin orang rela upgrade hape mahal padahal cuman buat social networking aja), teknologi komputer lebih mengarah ke fungsi. Ga ada orang demen fashion trus upgrade komputer buat dikalungin di leher and nongkrong di mall (dulu sempat trend sih Saykoji yang kalungan hardisk, ga tau sekarang udah ganti kalungan casing apa monitor). Masa pakai seseorang akan sebuah teknologi komputer biasanya lebih lama tergantung dengan kebutuhan orang tersebut. Bahkan ada orang yang merasa fine dengan teknologi komputer puluhan tahun lalu, lha pake komputer cuman buat ngetik. Selebihnya buat pajangan (mungkin).

Well, saya bukan termasuk yang pake komputer buat pajangan. Bisa dikatakan hal pertama yang saya lakukan setelah bangun tidur dan hal terakhir yang saya lakukan sebelum tidur adalah mencet tombol power komputer. Bahkan doa sebelum tidur dilakukan sebelum mencet tombol shutdown komputer. Di mimpi juga kebayang wajah monitor, Malam minggu.. juga sama komputer.. *curcol

Cukup lama saya bertahan dengan komputer berbasis Core2Quad yang dibeli dari uang orang tua pas jaman awal kuliah dulu sekitar 4 tahun lalu. Komputer yang menurut saya sebenarnya masih cukup powerfull untuk bekerja saat ini. Hanya mungkin butuh upgrade ram, graphic card, power supply, mother board, CPU, dll..(yah sama aja upgrade semua :P ). Nah itu dia.. akhirnya setelah memastikan tabungan cukup, dikit dikit saya upgrade senjata utama dalam mencari rejeki dan bertahan hidup. Dalam proses upgrade tentunya banyak sekali pertimbangan yang dilakukan. Dari hasil menimbang, merenung, dan menabung, akhirnya diputuskan untuk menggunakan part sebagai berikut :

CPU

Upgrade utama komputer jelas berarti upgrade CPU, perangkat lain seperti GPU (graphic card) lebih mudah diganti dan lebih cepat perkembangannya. Untuk itu sejak awal beli komputer dulu, urusan CPU adalah urusan utama yang ga bisa main main. Kalo bisa CPU harus mampu untuk bertahan sampai 3-4 tahun kedepan. Karena itu kalo bisa CPU adalah kasta tertinggi, atau at least socket yang paling terikini. Saya memilih Intel i7 socket 2011. Serinya 3820 dengan code name SandyBridge-E. Merupakan seri terendah untuk socket 2011 dari intel i7. Tidak masalah, karena clock 3,6Ghz sudah cukup tinggi (saat ini overclock di 3,8Ghz). Sangat tinggi dibanding CPU lama ku (core2quad) yang cuman 2,3Ghz atau seri tertinggi predecessor nya i5 3570 yang 3,4Ghz. Yang jelas socket 2011 ini mensupport 8slot ram dan Three Way PCIE x16 3.0. Cool..

Motherboard

Pilihan socket 2011 tidak banyak (sebenernya banyak sie, cuman tidak banyak yang masuk di ongkos :P ). Pertimbangan cari motherboard jelas ketersedian expansion slot. Makin melimpah makin menggiurkan. Sementara masih belum butuh fitur overclock. Karena emang ga pengen overclock extreme. Dari browsing fitur vs harga, nemu produk MSI. Dengan harga yang relatif lebih murah, motherboard MSI menawarkan fitur yang cukup lengkap. Bahkan untuk seri GD65, mother board ini mampu dijejali RAM sebesar 128GB! padahal ram saya terakhir cuman 4GB. Karena belum kepikiran untuk butuh ram sebesar itu, akhirnya pilih seri bawahnya, X79A-GD45 Plus. Mother board juga dilengkapi 8slot Ram dengan maksimal ram 64GB.

Ram

Kurang ngerti perbedaan ram satu sama lain, tapi dari hasil rekomendasi temen temen dan review di internet, banyak yang pake Corsair Vengeance 4x4GB. Kurang paham juga signfikansi clock speed ram pada performa keseluruhan. Tapi menurut saya yang penting kapasitasnya sie, dan 16GB udah cukup melimpah. Malah sekarang tertantang untuk menuhin ram 16GB pake program program berat. :P .

Power Suppy
Urusan jantung komputer ini juga ga boleh main main, bisa dikatakan awet ga nya komponen komputer kita juga ditentukan kualitas power supply nya. Kalo pasokan listrik sehat, komputer pun bugar. Sama hal nya kayak processor, urusan power supply juga kalo bisa investasi jangka panjang. Karena upgrade yang kita lakukan berikutnya mungkin dan mostly membutuhkan daya lebih besar. Kalo bisa upgrade ga kurang dari 600W, saya sendiri pake Antec 750W. Kebetulan dapat second dari Yudhi.

Graphic Card
Ini dia yang paling seru, apalagi kalau bukan hubungannya dengan gaming. Yak, terlepas dari hobi ngegame atau nggak, PC Gaming emang jadi semacam Benchmark untuk PC. Game game baru sekarang emang gila gilaan. Grafis dan visual experience yang wow bgt harus diimbangi dengan komputer yang mumpuni pula. Dan di sini Graphic card punya peran yang dominan.

Saya sendiri bukan maniac gaming. Pertimbangan awal saya dalam membeli graphic card adalah ketersediaan output slot nya. Makin banyak output VGA, makin banyak pula monitor yang bisa digunakan dalam sekali waktu. Saya memang penggemar multidisplay sejak dulu. Menggunakan lebih dari satu monitor benar baner menambah efektifitas dan produktifitas kerja. Pada akhirnya kita tidak perlu berganti ganti window saat kerja. Apalagi untuk kerja macam web design yang membutuhkan preview dan coding dalam waktu yang intens. Menggunakan minimal dua layar jelas mempermudah pekerjaan.

Semenjak HD 4580 saya rusak, saya upgrade ke XFX R7770. Pertimbangan utama karena dengan harga terjangkau, VGA ini punya 4 output sekaligus (dual dvi, hdmi dan display port). Hanya yang bisa terpakai cuman 3 dalam sekali waktu. Exciting banget pas bisa pake 3 monitor sekaligus. Akhirnya dibela belain beli monitor 24″ satu lagi untuk memaksimalkan 3 outputnya. Dan satu monitor lagi pake Monitor lama yang di flip.

Ternyata selain menambah produktifitas bekerja, 3 layar bikin gaming experince makin oke. Ada teknologi di graphic card yang mampu membuat multidisplay untuk bergabung menjadi satu dengan nama Eyefinity(radeon) dan Surround(nVdia). Hanya saja, untuk mendapatkan settingan eyefinity yang maksimal, ukuran layar harus identik. Kalau tidak, resolusi akan drop menyesuaikan ukuran layar yang paling kecil. Jadi rugi kalo punya layar 24″ namun resolusi drop ke 19″. Akhirnya kembali dibelain beli layar satu lagi dengan ukuran identik. Jadi deh punya 3 layar 24″! Oh ya asyiknya lagi, 3 layar 24″ tadi juga bisa dibuat mode portrait untuk proporsi yang beda. Kalo gini udah ga perlu beli TV 42″ :D

Punya layar super gede gabungan 3 monitor 24″ bukan terus tanpa konsekuensi, graphic card harus mumpuni. Apalagi untuk bermain game. R7770 ku hanya mampu untuk menjalankan game di eyefinity 5760×1200 dengan settingan paling rendah. Untuk game berat macam Crysis3 mau ga mau harus nuruni resolusinya ke 720p untuk bisa bermain nyaman di 60fps. Kalo udah gini yang ada gregetan untuk ganti VGA yang lebih oke. Akhirnya diputuskan untuk upgrade Graphic card. Ga tanggung tanggung, kali ini niat untuk upgrade ke graphic card HighEnd!

Mereview dan memilih graphic card ternyata jauh lebih sulit dan membingungkan dari pada komponen lainnya. Selain varietas nya yang sangat beragam, hasil benchmark juga macam macam. Jangan kan perbandingan dua brand Radeon vs nVdia, sesama brand bahkan satu seri VGA pun punya merk yang macam macam. Sebenarnya tidak sulit memutuskan antara kedua brand tersebut. Masing masing punya keunggulan tersendiri. Radeon punya keunggulan di multidisplay, sedang nVdia punya keunggulan di teknologinya. Disamping itu spek Radeon lebih tinggi dibanding nVdia bahkan dengan harga lebih murah. nVdia akan cocok untuk orang yang membutuhkan proses rendering di komputer dengan memanfaatkan fitur CUDA. Sedangkan Radeon cocok untuk enthusiast game dan pengguna multidisplay. Beberapa benchmark menunjukkan nVdia unggul di sebuah game, namun ketika game tersebut dijalankan di mode multidisplay, justru Radoen lebih unggul. Saya sendiri tidak begitu membutuhkan fitur CUDA dari nVdia. Lebih tertarik dengan unggulnya Radeon di multidisplaya. Apalagi dengan budget sama, kita bisa mendapatkan spek yang lebih tinggi dibanding dengan nVdia.

Brand pilihan sudah ditentukan, berikutnya adalah mencari seri VGA yang diinginkan. Seri flagship dari Radeon adalah HD7970. Cukup banyak seri HD7970 non-reference (versi OC) yang ditawarkan. Kembali urusan fitur dan harga jadi pertimbangan. Awalnya tertarik dengan Saphiere HD 7970 Vapor-X. Saphiere emang terkenal dengan teknologi pendinginnnya. Selain itu kabarnya Saphir cukup erat hubungannya dengan AMD, jadi dari segi kualitas bisa dipertimbangkan. Harganya pun cukup menarik. Dengan harga yang relatif sama, Saphir menawarkan clock dan memory yang lebih tinggi (1Ghz). Cuman sayangnya toko di Jogja ga ada yang ready :( . Kebetulan ada temen di forum dan beberapa review yang banyak menyarankan untuk brand ASUS dengan seri ROG (republic of Gamers) nya. Dari dulu emang kagum sie dengan brand ROG yang diusung ASUS, nampaknya ASUS berhasil melahirkan idealisme baru di kalangan enthusiast gamer untuk menjadi bagian dari bendera ROG. Campaign campaign yang diusung ASUS dengan ROG nya emang keren. Untuk seri HD7970 sendiri ASUS mengelurkan ROG Matrix HD 7970 Direct CU II. Yang menjadi keunggulan graphic card ini adalah kemampuannya untuk diOC melebihi batas graphic card lain sejenis. Bahkan dari beberapa benchmark, Matrix HD7970 melebihi graphic card lain bahkan dikatakan sebagai seri 7970 sigle GPU tercepat saat ini. Cukup menggiurkan, namun harganya? hmmm cukup mahal, selisih 1,4 jutaan dari merk Saphiere. Worth? kurang jelas. Tapi pada akhirnya saya memutuskan untuk meminang Graphic Card ini.

Dan ternyata pilihan saya tidak salah. Untuk bisa menjalankan game di resolusi 5760×1200 eyefinity di kualitas gambar oke dan frame rate nyaman (60fps), rupanya clock 1Ghz dan memory 1500Mhz tidak cukup. Kenyataannya saya butuh meng-overclock ke 1,2Ghz dan 1750an untuk mendapatkan framerate nyaman. Hal yang mungkin terlalu beresiko juga saya menggunakan Saphiere atau merk lainnya.

Well sekian review singkat dan beberapa pertimbangan dalam pengalaman upgrade komputer baru baru ini. Semoga bisa bermanfaat dalam menentukan pilihan :) .

Tags: ,

5 Responses to “Upgrade!”

  1. Fyo says:

    keren PCnya bro… ^_^…

  2. Permana says:

    Abis budget brapa bang semuanya? :)

  3. PERTAMAX PLUS mas….
    ane demen layar ny buat maen Crysis 3….. supre sekali

  4. Aris Triantono says:

    Mantap bro multidisplaynya,

  5. Ngomong-ngomong soal Graphic card, mendingan mana sih Graphic card sama GPU yang udah kegabung sama CPU gitu?

Leave a Reply


− 5 = 1