July 2, 2013 3

Going Mechanical

By in Blog, Download, Gadget

Baru baru ini Logitech meluncurkan G series, jajaran peripheral komputer dari Logitech untuk segmen gaming. Saya termasuk yang tertarik dengan salah satu produk keyboardnya. Maklum, sudah beberapa hari keyboard logitech g110 lama mulai suka ngadat dan tombolnya suka mencet sendiri. Ingin cari keyboard pengganti yang kalo bisa lebih oke dari keyboard lama. Lantas ingat akan pengalaman nyoba Keyboard Razer Blackwidow Ultimate milik Yudhi. Selain dari desain keyboardnya yang jelas “gaming” bgt (Razer gitu lo.. ) sensasi mencet tombolnya juga ternyata jauh berbeda dengan pengalaman ngetik selama ini. Tombolnya tinggi, namun ringan. Ternyata keyboard Razer ini adalah salah satu produk keyboard yang mengaplikasikan teknologi mechanical keyboard. Teknologi di keyboard yang menggunakan switch independen di setiap tombolnya. Berbeda dengan keyboard konvensional yang menggunakan satu lembar membran karet dan PCB yang menampung semua tombol, di mechanical keyboard setiap tombol terdapat modul komponen mekanis yang terdiri dari switch dan pegas. Jadi bisa dibayangkan betapa lebih banyaknya komponen pengisi sebuah keyboard mechanical dibanding keyboard konvensional. Makanya ga heran ketika Yudhi kasih tau harga keyboardnya yang menurut saya fantastis untuk sebuah keyboard.. 1,5juta. Padahal di pasaran juga banyak keyboard harga 50ribu. WTF. Awalnya cukup pikir pikir untuk investasi uang sebanyak itu hanya demi sebuah keyboard. Tapi setelah baca di sana sini, terutama di sini. Rasanya emang udah saatnya untuk having something better. Dan kayaknya rugi kalo kesempatan upgrade ga langsung dimaksimalkan ke mechanial keyboard. Lagian urusan keyboard bukan seperti VGA atau processor yang perubahannya begitu cepat. It just about to choose stay in old technology (membran dome) or be the part of new technology which is mechanical stwich. And maybe will last for over than decades.

Well, proses audisi pun dimulai. Dan ternyata memilih keyboard mechanical lebih susah dari yang dibayangkan. Well, the reason is simple, it’s about self preferences. Selera orang akan keyboard kesukaannya bisa beda beda. Hasil review di situs, komentar di forum, bahkan hasil polling di group bukannya bikin jadi punya pilihan yang tepat, tapi malah bikin bingung. Karena tiap orang punya jago sendiri sendiri, Tapi dari situ at least jadi punya gambaran baru akan parameter yang bisa jadi pertimbangan awal dalam memilih keyboard mechanical, which is switch type. Ternyata switch di mechanical keyboard ada beberapa jenis menyesuaikan karakternya. Guide lengkap nya bisa dilihat di sini. Namun pilihan switch yang saat ini banyak tersedia di pasaran mungkin hanya berkisar antara Chery MX Brown, Red dan Blue. Well, saya sendiri belum punya pengalaman untuk mencoba semuanya. Mungkin cara paling pas dalam memilih mechanical keyboard adalah dengan cara mencoba satu persatu. Namun kayaknya susah mengingat di Jogja sendiri masih blm banyak toko yang mempunyai stock keyboard mekanikal, apalagi untuk didisplay dan memperbolehkan customer untuk mencoba. Saya sendiri pun sebenarnya tidak begitu peduli akan preferensi switch, pikir saya switch apapun pasti nantinya lebih nyaman dibanding keyboard konvensional. Namun dari hasil membaca, mungkin perbedaan dari ketiga switch yang paling mendasar adalah dari sisi “seberapa empuk” nya. Red switch adalah keyboard paling empuk, sedang blue paling keras. Red paling enak buat gaming, sedang blue paling enak buat ngetik. Dan Brown ada di antaranya. Hanya sayangnya tidak semua produsen keyboard memberikan pilihan switch yang lengkap untuk satu variannya.

Ada beberapa produk yang muncul dari hasil rekomendasi teman teman di facebook group. Saya sendiri tidak melihat sisi lain dari produk tersebut selain segi fitur dan desain. Hanya saja anehnya, keyboard mechanical yang paling banyak direkomendasikan di forum forum luar justru keyboard dengan desain yang menurut saya simple banget! Okay, saya memang juga bukan termasuk orang yang suka dengan desain keyboard super gaming look dan lebay. Cuman desain yang simple dan apa adanya isn’t the point that makes u satisfied for $$$ you spent for such a keyboard. Sebut saja produk macam Ducky Shine, Filco, dll. Yang mengusung desain super standard. It’s just like a board with shinny tuts. Keyboard dengan desain oke macam Razer justru mendapat rating yang kurang begitu bagus di forum forum yang advance. Alternatif lain yang punya desain oke adalah keyboard corsair K60. Keyboard dengan desain aluminium yang elegan. (Semenjak pake casing Obsidian 650D dari Corsair emang jadi fanatik sama hal hal berbau aluminium). Hanya saja keyboard ini tidak ada fitur backlighting di tuts nya. Hal sepele namun cukup penting yang terlewatkan dari sebuah keyboard saat ini. Untunglah di seri K70, fitur backlighting sudah ditambahkan. Namun barang ini masih belum ada kepastian kapan akan masuk ke Indonesia.

Cukup lama browsing sana sini, sampai akhirnya nyasar ke fanspage logitech Indonesia, and then I found this..

Logitech Indonesia buka Preorder untuk produk G seriesnya sebelum masuk di Indonesia. Salah satu yang jadi item pre order adalah Logitech G710+, the first mechanical keyboard dari logitech. Awalnya sie ga begitu tertarik kalo pake produk logitech lagi , niat nya ganti brand gitu. Lagian logitech kayakke terlalu mainstream. Dari keyboard 50ribuan sampe harga segini semua ada. Tapi setelah tau diskonnya yang cukup gila (potongan 300ribu untuk preorder), langsung review review lagi tentang keyboard satu ini dan found some facts. Ternyata keyboard ini memakai switch brown, yang mempunyai karakter berimbang (both untuk ngetik maupun gaming). Selain itu setelah review lebih lanjut dan liat beberapa video ternyata desain dan fiturnya oke juga. Ga pikir panjang, akhirnya order deh satu buah Logitech 710+ sekalian dengan Mouse G500s yang juga diskon. Penasaran juga gimana brand gede dan mainstream macam logitech membuat terobosan baru di produk mechanical keyboard mereka. Untuk kualitas dan quality jelas tidak diragukan, tinggal bagaimana Logitech menerapkan fitur dan tampilannya.

Review Logitech 710+

Kesan pertama yang didapat dari sebuah keyboard mechanical adalah berat nya. Man.. ni keyboard berat bgt! 2kg lebih! Karena berat nya pula, ni keyboard ga bakal mudah geser geser ketika di taruh di meja. Ketika nyoba ngetik, hmm ga usah ditanya lagi, kata orang orang sekali nyoba ngetik di keyboard mechanical, rasanya males untuk kembali ngetik pake keyboard membran dome. Dan ternyata benar, baru bebrapa menit ngerasain betapa smooth and effortless nya ngetik pake mechanical, coba ngetik pake keyboard G110 lama ku rasanya “alot” bgt. Ngerasa bener bahwa teknologi mechanical bener bener memanjakan jari kita. Hanya saja ada hal yang sedikit berbeda dari pengalaman memakai keyboard mechanical merk lain sebelumnya. Keyboard mechanical umumnya menimbulkan noise yang khas dan keras, sedang keyboard ini menimbulkan suara yang lebih kalem. Ternyata setelah iseng iseng melepas tuts nya, terdapat ring karet yang melingkar di dalam holder tuts. Dengan melepas karet tersebut, otomatis benturan tuts dengan switch akan terjadi dan menimbulkan sensasi impact yang lebih keras ketika mengetik dan suara yang nyaring.. kesannya jadi hardcore typer banget walaupun sebenarnya kita cukup ringan menyentuh tuts.

Dari segi tampilan ni keyboard sangat tidak mengecewakan. Kalo biasanya foto produk di brosur dan web menipu, kali ini justru saya ngerasa aslinya lebih bagus dari yang ada di website. Material plastik nya kesannya ga murahan. Finishing nya oke. Paling suka material plastik hitam mengkilat yang di bawah tuts keyboard, sleek bgt! Sentuhan orange pada bagian tombol macro juga bikin keyboard ini punya nuansa aggresive dan bukan sekedar keyboard biasa untuk mengetik.

Namun yang paling bikin keyboard ini istimewa dari segi tampilan, tidak lain adalah desain keyboard secara keseluruhan. Entah kenapa ketika pertama liat keyboard ini, yang pertama terlintas adalah desain khas mecha yang kerap dijumpai di film film anime. Mungkin gara gara bentuk edgy nya dan pemilihan font yang mendukung bgt untuk menonjolkan kesan layaknya robot dan senjata khas mecha, namun dengan proporsi yang pas dan masih elegan. Walaupun merupakan dua term yang berbeda, namun ga salah kalo mechanical dihubungkan dengan mecha weapon. Entah disengaja atau kebetulan, namun I think this is a brilliant design approach by logitech. “A mecha looks” mechanical keyboard.

Dari segi fitur, keyboard ini lebih punya banyak fitur dibanding most mechanical keyboard. Ada 6 tombol macro, media control dan volume wheel yang mungkin masih jarang ditemui pada mechanical keyboard lain. Terdapat pula backlight control yang bisa digunakan untuk menset tingkat brightness dari dua area. Area tombol WASDv untuk gaming dan area lain. Dari segi level brightness, tingkat yang paling tinggi memancarkan cahaya kuat bahkan cenderung silau, namun akan berguna ketika ingin menonjolkan area tertentu pada keyboard. Hanya sayangnya warna lampu led pada backlight ini tidak bisa diadjust dan hanya terbatas pada warna putih saja. Berbeda dengan G110 yang bahkan terdapat pengaturan warna led di softwarenya.

Dari segi konektivitas, USB hub pada keyboard yang terdapat di sisi atas sudah menggunakan USB 3.0. Kabel nya pun sudah menggunakan kabel indipenden, sehingga tidak perlu khawtir usb kekurangan daya ketika memasang perangkat keras macam hardisk external yang membutuhkan pasokan daya tinggi. Kabel orange nya sangat noticeable, sehingga memudahkan untuk pasang cabut di motherboard. Hal yang kurang dari motherboard ini dari segi konektivitas adalah tidak adanya 3,5mm audio port seperti kebanyakan keyboard logitech premium. Namun tidak cukup menjadi perhatian karena jarang digunakan juga.

Conclusion

Pengalaman logitech dalam membuat perangkat peripheral sudah tidak diragukan lagi, dan terobosan mechanical keyboard nya ini merupakan jawaban bagi user yang ingin merasakan sensasi menggunakan mechanical keyboard tanpa mengurangi fitur, selera design dan konektivitas dari keyboard multimedia pada umumnya. Dengan kisaran harga di USD 149.99, keyboard ini worth untuk dimiliki.

Download

Bagi yang berminat download foto keyboard untuk dijadikan wallpaper di Desktop, bisa download link di bawah ini :)

Tags: , , , ,

3 Responses to “Going Mechanical”

  1. It is Awesome bero….

  2. nama saya siapa says:

    gileee enakk bangett niii keyboard
    betah banget ga mau gua pindah ke keyboard lain
    5 stars for thiss !!

  3. Master Fakry says:

    ini juga keyboard favorit saya, heheh

Leave a Reply


7 − 6 =